RADAR BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, bersama Inspektur Kabupaten Bogor, Arif Rahman, lakukan sidak pada Kamis, 16 Oktober, ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Sidak di Bapenda dan Disdukcapil Kabupaten Bogor ini, disebut sebagai upaya konkret untuk memastikan arahan Bupati Bogor terkait peningkatan partisipasi dan hasil SPI KPK berjalan efektif di lapangan.
Menurut Ajar, sidak di Bapenda dan Disdukcapil Kabupaten Bogor ini, tentu sebagai tolok ukur nasional yang diselenggarakan oleh KPK.
Tujuannya adalah memotret Indeks Integritas Nasional lembaga publik berdasarkan pengalaman langsung dan persepsi dari tiga kelompok utama yaitu, masyarakat (pengguna layanan), pegawai internal, serta ekspert/ahli.
Survei Penilaian Integritas (SPI) menjadi sarana bagi masyarakat untuk turut serta dalam mencegah praktik korupsi dengan memberikan kontribusi berupa masukan langsung yang dapat mendorong peningkatan kualitas layanan dan tata kelola instansi.
Melalui partisipasi dalam SPI, publik ikut berperan mewujudkan pemerintahan yang transparan, bersih, dan berintegritas.
Strategi Jemput Bola Integritas, Barcode SPI di Loket Layanan
Sekda Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa sidak ini bertujuan untuk memantau progres peningkatan yang telah dilakukan pasca-instruksi Bupati.
Peningkatan ini mencakup dua sisi, Internal dan Eksternal.
Salah satu strategi yang diterapkan untuk mendongkrak partisipasi eksternal adalah dengan memasang banner berisi barcode SPI di loket-loket pelayanan.
“Sebagai bagian dari penilaian eksternal, kami telah menempatkan banner berisi kode barcode SPI di setiap loket layanan. Saya melihat rekan-rekan di Bapenda menunjukkan sikap proaktif dengan ikut mendampingi serta membantu masyarakat dalam mengisi survei tersebut, sehingga masyarakat menjadi lebih tertarik untuk berpartisipasi,” ungkap Ajat.
Aksi proaktif petugas Bapenda ini menjadi sorotan positif, menunjukkan komitmen nyata instansi untuk jemput bola dalam mendapatkan feedback jujur dari publik.
Keberhasilan dalam SPI bukan sekadar skor, melainkan cerminan kepercayaan publik dan mutu tata kelola pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi.