RADAR BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengungkapkan tak ada temuan kasus penyakit influenza sejak tiga bulan terakhir dari bulan Agustus hingga Oktober 2025.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, hasil verifikasi alert dari ratusan Puskesmas di Kabupaten Bogor tidak ditemukan adanya klaster kasus influenza sejak bulan Agustus hingga Oktober 2025.
"Hasil verifikasi alert dari 101 Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Bogor menunjukkan tidak ditemukan adanya klaster kasus influenza pada periode Agustus hingga Oktober 2025," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 20 Oktober 2025.
Namun, kata dia, sejak triwulan ketiga tahun 2025 tepat pada bulan Juli hingga September terjadi peningkatan signifikan kasus Influenza Lika Illnes (ILI) atau penyakit dengan gejala mirip influenza.
Baca Juga: Update Hasil Cek Saldo BLT Kesra di Salah Satu Bank Himbara Sudah Cair atau Belum? Simak Faktanya
"Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Dinkes Kabupaten Bogor, tren peningkatan mulai tampak sejak Juli hingga September 2025, dimana kasus meningkat lebih dari 100% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," jelas dia.
Kata Fusia, sebagai langkah antisipasi serta pengendalian, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melalui SKD telah melakukan sejumlah langkah strategis.
"Antara lain melakukan verifikasi alert kewaspadaan peningkatan kasus kepada seluruh 101 Puskesmas. Meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker untuk mencegah penularan penyakit saluran pernapasan," terang dia.
Baca Juga: Senin Berkah, Bansos PKH dan BPNT Tahap Lanjut Cair, Segera Cek Status Penerima Anda
Kemudian, kata dia, memperkuat koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya peningkatan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus influenza.
"Serta Menyiapkan serta memastikan ketersediaan logistik pengobatan di seluruh Puskesmas," tutur dia.
Dinkes Kabupaten Bogor juga menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker terutama saat beraktivitas di tempat umum atau ketika mengalami gejala batuk dan pilek.
Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami keluhan demam, batuk, atau nyeri tenggorokan yang menetap.
"Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyebaran kasus ILI di Kabupaten Bogor dapat terkendali, serta tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya.(rp2)