RADAR BOGOR - Permasalahan banjir di Kampung dan Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, belum juga ditangani secara serius oleh pihak terkait.
Buruknya sistem saluran irigasi di Sungai Citeureup menyebabkan air meluap setiap hujan deras melanda wilayah tersebut.
Banjir pun terjadi hingga menutup seluruh badan jalan dan masuk ke pemukiman warga. Terakhir, banjir melanda Kampung Barengkok pada Jumat 17 Oktober 2025.
Kepala UPT Infrastruktur Irigasi kelas A wilayah IV Leuwiliang DPUPR Kabupaten Bogor, Robie Apriansa Zakaria menyatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke titik bermasalah di irigasi Sungai Citeureup.
Menurutnya, penanganan sementara dilakukan dengan membersihkan saluran serta pembongkaran untuk memperbesar gorong-gorong.
"Di lokasi terdapat dua saluran, dan saluran yang di bawah sebetulnya cukup untuk menampung saluran yang ada di atasnya. Hanya saja penghubungnya itu terlalu kecil sehingga terjadi penyumbatan," ungkapnya, Selasa (21/10).
Ia menilai, tingginya intensitas hujan mengakibatkan debit air di saluran irigasi tersebut membesar.
Diperparah banyaknya material sampah yang menyumbat sehingga air meluap dari saluran irigasi.
"Kami bersama UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan akan melakukan pembersihan sampah di saluran irigasi Sungai Citeureup," jelasnya.
Lebih jauh Robie menjelaskan, kesadaran masyarakat diperlukan untuk menangani persoalan banjir di Kampung Barengkok.
Sebab, banyak dari saluran pembuangan rumah warga yang langsung terhubung dengan saluran irigasi.
Belum lagi bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran irigasi Citeureup memperparah keadaan.
"Tidak hanya masalah sampah, namun juga bangunan di atas gorong - gorong itu yang menjadi kendala saat setelah kami melihat di lapangan," pungkasnya.(cok)
Editor : Alpin.