Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ibu Tiri Diduga Aniaya Bocah 6 Tahun hingga Meninggal di Bojonggede Bogor, Tetangga Akui Sempat Curiga

Muhammad Ali • Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:29 WIB

 

Lokasi rumah korban anak 6 tahun meninggal di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu 22 Oktober 2025.
Lokasi rumah korban anak 6 tahun meninggal di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu 22 Oktober 2025.

RADAR BOGOR – Bocah berusia 6 tahun berinisial MA diduga meninggal karena dianiaya ibu tiri RNS (30), di Perumahan Griya Citayam Permai Tahap 1, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor menyedot perhatian warga sekitar.

Salah seorang warga Y (47) menyebut ayah kandung korban berinisial RA diduga mengetahui apa yang dialami anaknya. Bahkan, berdasarkan pengakuan RNS kepada polisi, RA sempat menyundutkan rokok ke tubuh korban.

“Bapaknya itu udah ngaku di kantor polisi, untuk sundutan rokok mungkin disundut, tapi bapaknya nggak ditangkap belum tersangka, baru ibunya (ibu tiri korban) yang ditahan,” ujar Yuyun saat ditemui di lokasi, Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut Y, warga sekitar sebenarnya sudah curiga ada tindakan kekerasan di rumah tersebut sejak beberapa waktu lalu. Namun, tidak pernah terdengar suara tangisan korban karena rumah selalu tertutup rapat.

“Orang sini sudah curiga itu penganiayaan, cuma pada bilang mau ditunggu, denger suara anak nangis baru digerebek, tapi anaknya gak pernah nangis, tetangga belakang yang nempel tembok aja gak pernah dengar suara anak itu,” tuturnya.

Y juga menceritakan, dari keterangan tetangga yang memiliki warung, wajah korban sering terlihat lebam. Bahkan, tubuh korban ditemukan dengan luka-luka yang tidak wajar, seperti bekas sundutan rokok serta memar di tulang belakang dan leher.

“Waktu diperiksa belakangnya itu ada bekas sundutan rokok, tulang belakangnya lebam, terus lehernya luka kayak dicekek,” kata Yuyun.

Ia juga menyebut apa yang dialami korban sudah sering terjadi sejak keluarga tersebut tinggal di kontrakan lain di kawasan yang sama.

“Dari dulu sering dipukuli, tetangga bilang kalau keluar mukanya bonyok-bonyok, orang tuanya (ibu tirinya) selalu bilang jatuh di kamar mandi,” tambahnya.

Menurut Y, puncak kekerasan terjadi saat ayah korban tidak pulang selama empat hari karena bekerja dan guru MA sempat menanyakan kondisi anak muridnya yang penuh luka, tetapi ibu tirinya menjawab bahwa anaknya jatuh dan melarang korban dibawa berobat meski sudah ditawari menggunakan BPJS Kesehatan gratis.

“Nah dari situ mungkin akhirnya dia emosi, anaknya bisa sampai begitu (meninggal),” imbuhnya.

Korban diketahui jarang keluar rumah dan tidak pernah bermain dengan anak-anak sekitar, warga menduga korban takut mendapat hukuman dari ibu tirinya.

“Paling dia cuma ke sekolah terus pulang, jarang banget main, mungkin takut ketahuan ibunya,” ucapnya.

Ia menuturkan, warga setempat sempat heran karena jenazah korban tidak dipulasarakan di rumah, melainkan langsung dibawa ke rumah nenek korban.

“Kayak mau nutup jejak, kayak nggak mau orang-orang sini curiga,” pungkasnya. 

Sementara itu, Paur Humas Polres Metro Depok, Ipda Made Budi, mengungkapkan, tersangka RNS diamankan bersama RA untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Untuk korban sudah dimakamkan di daerah Bojonggede dan mungkin untuk keperluan otopsi, kami akan lakukan proses lebih lanjut," tutupnya. (Cr1)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #aniaya #Bojonggede #ibu tiri