RADAR BOGOR - Warga Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor yang sebelumnya dikurung akibat mengalami gangguan jiwa kini telah kembali dibawa ke RS Marzoeki Mahdi.
Sebelumnya, S (53) terpaksa dipasung oleh pihak keluarga dalam bilik bambu semacam kandang sejak 6 bulan lalu lantaran wanita ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) itu sering berupaya kabur dari rumah hingga melukai warga sekitar.
Ketua Tim Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tenjo, Sumiati menuturkan, S pernah mendapat penanganan medis di RS Marzoeki Mahdi pada Februari 2025 lalu. Setelah dua pekan mendapat perawatan, S dipulangkan ke pihak keluarga dengan catatan harus melakukan kontrol rutin.
"Namun karena keterbatasan, pihak keluarga tidak lagi mengambil obat di puskesmas hingga kondisi S kembali buruk," ungkapnya, Rabu, 22 Oktober 2025.
Setelah itu, pihaknya mengakui tidak begitu memperhatikan kondisi S setelah dirawat secara mandiri oleh pihak keluarga hingga beredar kabar bahwa S dikurung dalam bilik bambu di samping rumah keluarganya.
Dari hasil asesmen, S diketahui sering berupaya kabur dan mencoba melukai warga sekitar hingga keluarga memutuskan mengurungnya.
"Suaminya bukan orang yang berpendidikan tinggi, hanya seorang penggembala kerbau milik orang lain, jadi mungkin itu dianggap sebagai cara agar istrinya tidak pergi ke mana-mana," jelas Sumiati.
Selain membawa kembali S ke rumah sakit, petugas beserta relawan kesehatan juga memantau kondisi kedua anaknya. Menurut Sumiati, kedua anaknya dinyatakan sehat dan cukup komunikatif.
"Soal kondisi rumah pasien, saya lihat sendiri memang rumahnya sudah tidak layak huni, dan informasinya sudah diajukan untuk direhabilitasi," katanya.
Terpisah, Kaur Kesra Desa Tapos, Deni memastikan telah mengusulkan agar rumah keluarga S telah masuk dalam usulan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
"Sudah diusulkan, tinggal menunggu persetujuan dan anggaran," tukasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati