RADAR BOGOR — Rencana Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Ditjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) mendapat sambutan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor Abdul Somad atau yang akrab disapa Gus Dul.
Gus Dul menyebut kebijakan membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) di Kemenag merupakan hadiah terbaik dan istimewa bagi seluruh santri di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor yang jadi salah satu daerah dengan jumlah pesantren terbanyak di Provinsi Jawa Barat.
“Restu dan kebijakan Presiden Prabowo perihal pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan hadiah terbaik bagi kita semua kaum santri,” ujar Ketua PCNU Kabupaten Bogor Gus Dul dalam keterangannya.
Gus Dul menyampaikan atas nama warga Nahdliyin dan keluarga besar pesantren di Kabupaten Bogor, pihaknya menyampaikan rasa syukur, hormat, dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang besar terhadap dunia pesantren.
Pembentukan Ditjen Pesantren menurut Gus Dul merupakan bentuk pengakuan negara atas kiprah pesantren yang selama ini telah berperan penting dalam membangun moral, peradaban Islam, serta kemandirian bangsa Indonesia.
“Bagi kami, kebijakan ini merupakan wujud perhatian Presiden Prabowo terhadap sumbangsih pesantren dalam membangun moral dan peradaban Islam serta kemandirian Indonesia,” kata Gus Dul.
Rencana pembentukan Ditjen Pesantren sebut Gus Dul, menandai babak baru dalam kebijakan nasional yang memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga strategis dalam pembangunan bangsa.
Kehadiran Ditjen Pesantren juga menurutnya menjadi tonggak sejarah baru yang menunjukkan negara hadir dan berpihak pada pesantren sebagai lembaga yang selama berabad-abad berkontribusi besar dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat Indonesia.
“Pesantren kini diakui bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kemandirian umat,” imbuh Gus Dul.
Gus Dul berharap pembentukan Ditjen Pesantren mendapat dukungan dari DPR RI dan seluruh pemerintah daerah di Indonesia agar implementasinya berjalan efektif serta membawa manfaat luas bagi pesantren di seluruh tanah air.
Ia pun optimistis, keberadaan Ditjen Pesantren bisa memperkuat peran pesantren khususnya dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing serta jadi motor penggerak kemajuan bangsa di tengah tantangan zaman.
Editor : Eka Rahmawati