Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Puluhan Pemuda Muarajaya Bogor Ditempa Jadi Pemandu Rafting Andal, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Desa

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:34 WIB
Puluhan pemuda Muarajaya Bogor dilatih jadi pemandu rafting andal.
Puluhan pemuda Muarajaya Bogor dilatih jadi pemandu rafting andal.

RADAR BOGOR – Puluhan pemuda dan pemudi Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, antusias mengikuti pelatihan pemandu arung jeram (rafting) serta pelatihan strategi bisnis inovatif.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Muarajaya, Karang Taruna, PT Senyum Untuk Negeri (SUN), sejumlah mitra perusahaan, lembaga desa, dan operator rafting Grand Titik Kumpul.

Owner Grand Titik Kumpul, Saprudin Jepri, mengatakan pelatihan tersebut digelar agar masyarakat lokal, khususnya generasi muda, dapat terlibat aktif dalam kegiatan wisata arung jeram yang kini berkembang pesat di kawasan Caringin.

“Kami ingin warga, terutama pemuda di sekitar sini, bisa berperan dalam industri wisata arung jeram. Karena itu, mereka diberikan pembekalan dasar tentang rafting sekaligus strategi pemasaran,” ujarnya, Sabtu 25 Oktober 2025.

Saprudin menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah yang sangat bermanfaat bagi pemuda yang belum memiliki pekerjaan karena terkendala latar belakang pendidikan.

“Pelatihan ini membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri. Kalau sudah mahir, tentu bisa menjadi sumber penghasilan baru,” tambahnya.

Mantan Ketua Apdesi Kabupaten Bogor itu juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan kepemudaan di wilayah setempat.

“Kami siap memfasilitasi anak muda yang ingin mengembangkan potensi di bidang arung jeram atau kegiatan positif lainnya. Grand Titik Kumpul selalu terbuka untuk siapa pun yang ingin maju,” tandasnya.

KOMPAK : Para pemuda Muarajaya Bogor dilatih jadi pemandu rafting yang andal.
KOMPAK : Para pemuda Muarajaya Bogor dilatih jadi pemandu rafting yang andal.

Sementara itu, Kepala Desa Muarajaya, Awan Hermawan, yang turut hadir memberikan motivasi, mengajak para peserta untuk terus mengasah kemampuan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan.

“Kesempatan tidak datang dua kali. Kegiatan seperti ini bukan hanya teori, tapi juga praktik langsung. Jadi manfaatkan untuk mengembangkan potensi diri,” ujarnya yang diamini oleh Janten, Ketua BPD Muarajaya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur pemerintahan desa, hingga lembaga terkait lainnya.

Setelah pelatihan dasar, peserta akan melanjutkan ke tahap lanjutan hingga memperoleh sertifikasi pemandu rafting.

“Setelah pelatihan ini, mereka akan terus kami tempa sampai benar-benar siap menjadi pemandu atau tim rescue profesional di operator-operator rafting wilayah Caringin,” jelas Sunardi alias Acun, pemateri sekaligus Ketua Paguyuban Rafting Caringin.

Ketua RW setempat, Hajrul Effendi, juga menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan semacam ini bukan hanya mencetak pemandu rafting handal, tapi juga bisa meningkatkan ekonomi warga desa.

“Antusias pemuda luar biasa, pendaftar bahkan hampir dua kali lipat dari kuota 50 orang. Kalau mereka sudah jadi pemandu, kita tak perlu lagi cari tenaga dari luar. Ini bisa mengangkat taraf ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #Grand Titik Kumpul #rafting #Saprudin Jepri