RADAR BOGOR - Para kader muda PUI Kabupaten Bogor mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar di Hotel Laras Hati, Jalan Raya Semplak KM 41, Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu 26 Oktober 2025.
Kegiatan kali ini bertajuk Membangun Kader Muda yang Cerdas, Kritis, dan Beretika dalam Dunia Jurnalistik Islam.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber di bidang jurnalistik dan kepemudaan.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede membahas peran pemuda dalam menjaga ketahanan bangsa melalui jurnalistik.
Sementara Herdi Hendrawan, Ketua Umum DPD PUI Kabupaten Bogor, menyampaikan pentingnya literasi umat yang dibangun oleh kader PUI.
Materi lainnya disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Radar Bogor, Lucky Lukman Nul Hakim yang membimbing peserta memahami teknik dasar penulisan berita serta etika jurnalistik modern.
Dalam paparannya, Lucky menekankan pentingnya berita yang aktual, faktual, menarik, dan netral, dengan struktur penulisan yang jelas: judul, teras berita (lead), isi berita (body), dan penutup (ending).
Para peserta juga diperkenalkan pada unsur 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) sebagai pondasi penulisan berita.
Pelatihan ini membedakan jenis-jenis berita.
Straight News yakni berita langsung dan singkat.
Feature News adalah berita ringan atau human interest
Depth News merupakan laporan investigatif mendalam.
Lucky menekankan gaya penulisan lugas, jelas, kalimat aktif, dan kutipan langsung untuk memperkuat fakta.
Sumber berita dapat berasal dari wawancara, siaran pers, observasi langsung, dokumen resmi, hingga media sosial dengan verifikasi ketat.
Dalam sesi etika jurnalistik, peserta diingatkan untuk menulis secara akurat, jujur, independen, dan menghormati privasi. Praktik buruk seperti menyebarkan foto korban tanpa izin, menulis berita tanpa verifikasi, atau menyalin berita tanpa kredit harus dihindari.
Di era digital, jurnalis menghadapi tantangan besar seperti hoaks, tekanan untuk cepat mengunggah berita, persaingan media sosial, dan clickbait.
Kuncinya, kata dia cepat tapi tetap teliti. Kode etik jurnalistik juga ditekankan, termasuk menghormati fakta dan sumber, tidak menerima suap, serta meminta klarifikasi bila terjadi kesalahan.
Penutupan materi disampaikan oleh Sekum PW Pemuda PUI Jawa Barat, yang mengangkat tema “Jurnalistik Dakwah dan Kepemudaan PUI di Era Digital”. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim