RADAR BOGOR - Aqua, merek air minum dalam kemasan (AMDK) menuai sorotan dan beberapa waktu terakhir. Hal itu buntut inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ke salah satu pabrik di Subang, Jabar.
Perdebatan mengenai sumber air pegunungan atau sumur bor yang digunakan Aqua pun tak terelekan. Meski pun terakhir manajemen perusahaan AMDK itu telah memberikan penjelasan rinci yang diperkuat dengan klarifikasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Adanya sidak yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, membuat sejumlah pabrik Aqua disorot. Termasuk di Bogor.
Seorang tokoh setempat, Saprudin Jepri sekaligus mantan Kepala Desa Ciherang Pondok, Caringin turut berkomentar.
Ia mengaku sempat keberatan dengan hadirnya pabrik Aqua tersebut. Sebab, warga khawatir akan kekurangan sumbet mata air lantaran digunakan untuk produksi produk Aqua.
"Namun setelah saya mendapatkan penjelasan ilmiah secara detail dari pihak Aqua, saya mengizinkan pabrik Aqua berdiri di desa saya," ungkapnya.
Sepemahamannya, Saprudin Jepri menjelaskan bahwa Aqua mengambil air Aquifer di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah tanah sehingga tidak terkontaminasi dan mengganggu sumur masyarakat di sekitarnya.
"Aquifer terbentuk dari aliran air pegunungan sehingga tak ada salahnya jika Aqua mengklaim dari air pegunungan," kata Saprudin yang juga mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Se-Indonesia (APDESI) Kabupaten Bogor.
Sejak berdirinya pabrik Aqua, ia menyebut, tidak ada sumur warga yang kekeringan.
"Kami justru berterimakasih karena Aqua telah bisa menghidupi ribuan pekerja," tuturnya.
Sementara itu, pihak Aqua menyatakan aktivitas produksi air mineral tetap berjalan normal meski diterpa berbagai isu pasca sidak tersebut.
"Semua masih berjalan normal dan lancar. Kami tidak terganggu informasi yang beredar belakangan ini," ujar SR Manager PT Tirta Investama Plant Caringin, Jakaria.
Selama 13 tahun berdiri sejak 2012 di wilayah selatan Kabupaten Bogor, pihaknya mengklaim telah menyerap ribuan tenaga kerja.
"Di Bogor ada pabrik Aqua Ciherang, Caringin, dan Lido, dan juga ada di Citeureup dan Sentul. Kami tetap berkomitmen untuk menjaga alam dan menebar kebaikan untuk semua," imbuhnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga