RADAR BOGOR – Suasana haru mewarnai acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor di Aula di Pendopo Bupati Bogor, Dalam momen tersebut, Irwanuddin Tadjuddin resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Denny Achmad.
Bagi Irwanuddin Tadjuddin, Kabupaten Bogor memiliki kesan yang mendalam selama masa pengabdiannya. Ia menyebut, masyarakat Bogor dikenal hangat dan bersahabat, menjadikan daerah ini spesial dalam perjalanan kariernya.
“Kabupaten Bogor ini merupakan wilayah yang sangat spesial buat saya. Saya mendapatkan banyak sahabat, kawan, dan saudara di sini. Masyarakatnya begitu hangat dan bersahabat, dan saya akan selalu rindu tempat ini,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (31/10/2025).
Usai bertugas di Bogor, Irwanuddin dipercaya pimpinan untuk mengemban amanah baru sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Bandung.
Terkait pesan bagi penerusnya, ia menilai Kajari yang baru sudah memahami tugas dan tanggung jawab untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Saya pikir beliau sudah tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya, bagaimana mensinergikan kewenangan dengan Pemkab Bogor,” katanya.
Selama memimpin Kejari Kabupaten Bogor, Irwanuddin mengaku memiliki banyak kenangan, termasuk kedekatannya dengan para awak media.
“Yang tidak bisa saya lupa, ya kawan-kawan media ini kalau ngejar berita luar biasa. Kadang saya merasa banyak hutang,” ucapnya.
Ia juga menilai hubungan antara Kejari dan Pemkab Bogor selama ini berjalan baik.
Menurutnya, tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bogor sudah tertata dan komunikasi antarinstansi berjalan harmonis.
Selain itu, Irwanuddin berpesan agar kebijakan positif yang telah dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Bogor tetap dilanjutkan.
Salah satunya kerja sama yang dituangkan dalam berbagai Memorandum of Understanding (MoU).
“Selama satu tahun empat bulan saya bertugas, banyak MoU yang kita lakukan. Bahkan, Kejari Kabupaten Bogor sempat mendapat penghargaan dari MURI,” tuturnya.
Irwanuddin juga mengingat dua nama jaksa agung yang diabadikan menjadi nama ruas jalan di Kabupaten Bogor, yaitu Gatot Taroenamihardja dan Suprapto.
Ia berharap ke depan penamaan jalan tokoh kejaksaan bisa terus dilanjutkan melalui sinergi Kejari dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Kejari yang baru, Denny Achmad, mengaku siap melanjutkan program-program yang telah berjalan di masa sebelumnya.
“Saya akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan dengan baik. Tentu semua itu harus didukung oleh teman-teman semua,” tandasnya.
Menanggapi arahan Kejaksaan Agung terkait penindakan kasus korupsi di daerah, Denny menegaskan komitmennya untuk menjalankan instruksi tersebut.
“Ya, itu akan kita jalankan nanti. Pastinya akan kita lihat semua,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan dini dalam pengelolaan keuangan desa.
Menurut Denny, bidang intelijen Kejari akan melakukan pendampingan dan sosialisasi untuk mencegah potensi penyimpangan di tingkat desa.
“Untuk ke depan fokus kita adalah menjaga desa dan memperkuat pendampingan terhadap koperasi Merah Putih. Semua itu bagian dari upaya kita menjaga tata kelola agar tidak terjadi penyimpangan,” tutupnya.(cr1)
Editor : Alpin.