RADAR BOGOR - Forum Koordinasi Pengelolaan Cisadane Hulu (FKPCH) bersama AQUA baru-baru ini melakukan penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Hulu, Kabupaten Bogor.
Ini merupakan langkah nyata untuk pelestarian, lingkungan, dan pengelolaan DAS secara terpadu di kawasan Jawa Barat.
Diketahui bahwa pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha berkomitmen untuk menjaga keseimbangan ekosistem hulu-hilir.
Pelestarian daerah tangkapan air Cisadane Hulu sangat penting untuk keberlanjutan sumber daya air, yang merupakan bagian penting dari ekosistem.
Ini juga mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan lingkungan melalui rehabilitasi hutan dan lahan.
Karyanto Wibowo, Senior Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia, menyatakan bahwa wilayah lereng Gunung Pangrango di Cisadane Hulu merupakan daerah tangkapan air AQUA.
Air hujan di daerah ini meresap ke tanah dan mengisi akuifer, yang merupakan sumber air AQUA.
Dia menegaskan bahwa menjaga keberlanjutan sumber air adalah prioritas utama perusahaan.
Karyanto mengatakan penanaman pada Selasa 28 Oktober 2025 kemarin sebagai komitmen untuk mengembalikan lebih banyak air daripada yang digunakan melalui inisiatif konservasi bersama masyarakat.
"Seperti penanaman pohon, pembangunan rorak, dan sumur resapan. Upaya ini penting agar keberlanjutan sumber air tetap terjaga untuk generasi mendatang," tutirnya.
"Harapan kami, inisiatif ini dapat terus berlanjut dengan keterlibatan lebih banyak pihak, karena hanya dengan bekerja sama dampak pelestarian dapat dirasakan lebih luas," tambahnya.
Rameni, Anggota FKPCH, mengatakan bahwa program ini merupakan pelaksanaan langsung dari Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 2 Tahun 2022 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Forum ini selalu mendukung pengelolaan DAS dari pihak pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dan perusahaan seperti AQUA.
Dia menyatakan bahwa dia mendorong semua perusahaan di Kabupaten Bogor untuk ikut menjaga kawasan hulu. "Jika hulunya baik, insya Allah tengah dan hilirnya juga akan baik," ujarnya.
Sementara itu, NP Rahadian, Perwakilan LSM Rekonvasi Bhumi, mengatakan bahwa keberhasilan konservasi bergantung pada keseimbangan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, konservasi sulit berkelanjutan tanpa pemberdayaan masyarakat. Karena itu, penting bagi semua pihak untuk ikut menjaga agar sumber daya air tetap lestari.
Rahardian menjelaskan bahwa program Pangrango–Halimun–Salak (PAHALA), inisiatif kolaboratif antara Pemkab Bogor, Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) dan LSM Rekonvasi Bhumi, saat ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga ekosistem hulu.
Pemulihan DAS Cisadane Hulu adalah tujuan program melalui penerapan pendekatan lanskap terpadu yang menyeimbangkan manfaat ekologi dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Praktik pertanian regeneratif dan agroforestri telah diterapkan di lebih dari 100 hektare lahan oleh 600 petani, termasuk 55 petani unggulan, melalui program PAHALA.
Sebanyak 9.000 bibit tanaman produktif telah ditanam, dan enam lahan percontohan (demoplot) dibuat sebagai pusat pembelajaran praktik konservasi berbasis komunitas.
Selain itu, dia menyatakan bahwa terbentuk sepuluh unit usaha masyarakat yang meningkatkan rantai nilai agroindustri dan menciptakan lebih dari 60 pekerjaan baru.
Untuk menjamin keberlanjutan, PAHALA juga menerapkan skema Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) untuk mendorong komunitas di hulu DAS untuk mempertahankan fungsi ekosistem.
Karyanto Wibowo, Direktur Senior Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, menyatakan bahwa AQUA menjadi perusahaan swasta pertama yang berkomitmen untuk menerapkan skema PJL di Kabupaten Bogor.
Ini merupakan bukti nyata pengembalian manfaat air kepada masyarakat dan lingkungan.
Karyanto menjelaskan bahwa selain melakukan upaya konservasi, AQUA juga menjalankan program Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH) atau Akses Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan di berbagai wilayah operasionalnya.
Program ini mencakup pembangunan sarana air bersih, pelatihan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola sendiri fasilitas air dan sanitasi.
Terangnya, program WASH telah membantu lebih dari 500.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia hingga saat ini.
Ia mengatakan bahwa melalui kerja sama ini, semua pihak berharap Cisadane Hulu akan menjadi model pengelolaan daerah aliran sungai yang berkelanjutan di mana kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan sejalan.
Karyanto menjelaskan, sebagai pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, AQUA terus menegaskan komitmennya untuk menjaga keaslian dan keberlanjutan sumber air di seluruh Indonesia.
"Setiap tetes air yang dikemas oleh AQUA berasal dari sumber air alami yang telah melalui proses seleksi ketat, penelitian mendalam, dan pemantauan rutin oleh tim ahli untuk memastikan kualitas air tetap murni dan aman bagi masyarakat," jelasnya.
Karyanto menekankan bahwa untuk mempertahankan kualitasnya, AQUA menerapkan prinsip keberlanjutan melalui berbagai inisiatif.
Seperti menjaga daerah tangkapan air, menghijau, mengelola limbah dengan cara yang ramah lingkungan, dan mendorong masyarakat di sekitar pabrik.
"Pendekatan ini tidak hanya memastikan keberlangsungan sumber air, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial dan edukasi lingkungan," tuturnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin