Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pangkas Waktu Tunggu Pasien, RSUD Bakti Pajajaran Bogor Terapkan Sistem Digital

Muhammad Ali • Minggu, 2 November 2025 | 10:37 WIB
Pembahasan penerapan sistem digital untuk peningkatan layanan rumah sakit di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong.
Pembahasan penerapan sistem digital untuk peningkatan layanan rumah sakit di RSUD Bakti Pajajaran Cibinong.

RADAR BOGOR – RSUD Bakti Pajajaran, yang sebelumnya dikenal sebagai RSUD Cibinong, terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu langkah terbaru RSUD Bakti Pajajaran adalah penerapan sistem digital hasil kerja sama dengan PT Chup Teknologi Indonesia, untuk memangkas waktu tunggu pasien rawat jalan menjadi maksimal satu jam.

Sebagai rumah sakit rujukan regional, RSUD Bakti Pajajaran setiap hari melayani ribuan pasien, baik peserta BPJS maupun umum, termasuk dari wilayah sekitar Kabupaten Bogor.

Volume kunjungan yang tinggi selama ini menjadi tantangan utama, terutama dalam mengatasi antrean panjang dan ketidakpastian jadwal pelayanan.

Wakil Direktur RSUD Bakti Pajajaran, dr. Ajeng, menjelaskan bahwa sistem digital ini mulai diujicobakan sejak Agustus untuk layanan eksekutif.

Dan dilanjutkan pada September untuk layanan prioritas ibu dan anak. Ke depan, sistem akan diterapkan pada seluruh layanan reguler, termasuk pasien BPJS.

“Tujuannya supaya pasien bisa mengetahui secara pasti kapan waktunya bertemu dokter. Tidak perlu menunggu lama, sehingga pelayanan jadi tepat, cepat, dan efisien,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 31 Oktober 2025.

Melalui sistem ini, setiap pagi pukul 07.00, rumah sakit akan menginformasikan jadwal dan kondisi dokter spesialis yang bertugas.

Jika ada dokter yang berhalangan hadir karena sakit, operasi darurat, atau alasan pribadi, pasien akan langsung mendapat notifikasi sebelum berangkat ke rumah sakit.

“Sebelumnya banyak pasien yang sudah datang baru tahu dokternya berhalangan. Sekarang, sebelum berangkat sudah ada pemberitahuan. Ini membuat manajemen waktu pasien jauh lebih baik,” tambahnya.

Selain mempercepat waktu tunggu, sistem juga memungkinkan pasien mendapatkan informasi terkait ketersediaan obat, bahkan rencana pengantaran obat ke rumah.

“Harapannya, pasien datang ke rumah sakit bukan untuk menunggu lama, tapi benar-benar untuk berobat dengan pelayanan yang nyaman dan efisien,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Farhan, CEO PT Chup Teknologi Indonesia, menjelaskan bahwa sistem CHUP berfungsi sebagai support system yang melengkapi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

“Kalau SIMRS itu lebih ke sistem internal rumah sakit, CHUP hadir untuk menjembatani komunikasi antara pasien dan rumah sakit. Jadi pasien tahu kapan datang, kondisi dokter, bahkan jika ada perubahan jadwal,” jelasnya.

Menurutnya, konsep ini sebelumnya sudah diterapkan di beberapa rumah sakit di Malaysia dan terbukti efektif mengurai antrean panjang. Sistem bekerja dengan membagi kedatangan pasien berdasarkan waktu kunjungan.

“Antrian pasien itu mirip kemacetan. Kalau semua datang bersamaan di pagi hari, pasti menumpuk. Tapi kalau diatur waktunya, ruang tunggu jadi lebih lengang,” ungkapnya.

Farhan juga menegaskan bahwa keamanan data pasien menjadi prioritas utama. CHUP telah mengikuti standar keamanan ISO 27001 dan menggunakan server berbasis AWS di region Indonesia, sehingga data pasien tetap terlindungi sesuai regulasi nasional.

Penerapan sistem ini mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Setelah uji coba di RSUD Bakti Pajajaran dinilai berhasil, sistem serupa akan diterapkan di empat RSUD lain di Kabupaten Bogor.

“Kami berharap roll out ke rumah sakit lainnya bisa segera dilakukan. Dengan begitu, peningkatan mutu layanan dan efisiensi waktu tunggu bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya inovasi digital ini, RSUD Bakti Pajajaran menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan pasien. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #RSUD Bakti Pajajaran #Sistem Digital