RADAR BOGOR – Di balik dinginnya udara pagi di lereng-lereng Kabupaten Bogor, aroma kopi yang baru diseduh seolah menjadi pengantar cerita tentang tanah, petani, dan rasa yang lahir dari kesabaran.
Kopi Bogor kini bukan sekadar minuman, tapi identitas sebuah warisan rasa yang tumbuh bersama kabut dan curah hujan yang tinggi.
Penyuluh Bidang Perkebunan sekaligus Ketua Tim Perlindungan Pertanian Distanhorbun Kabupaten Bogor, Reza Septian, menyebutkan Cita rasa kopi Bogor dikenal lembut, dengan sentuhan asam yang ringan, berpadu manis alami, dan pahit yang tidak terlalu kuat.
“Ada rasa manis alami dan pahitnya tidak sekuat kopi Sumatra. Jadi enak dinikmati sebagai single origin,” ujarnya kepada Radar Bogor Kamis, 30 Oktober 2025.
Kelembutan rasa kopi Kabupaten Bogor tidak hadir begitu saja. Kondisi geografis dengan ketinggian antara 700 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, serta tanah yang subur, menjadikan tanaman kopi tumbuh optimal.
Di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan, misalnya, beberapa petani memetik buah kopi saat warna merahnya telah sempurna.
Proses pascapanen pun dilakukan dengan cermat dijemur di bawah matahari pagi dan digiling dengan teknik natural process yang menjaga keutuhan cita rasa buah.
“Proses pengeringan di bawah sinar matahari itu penting. Di situ rasa manis alami dan aroma fruity-nya muncul," tambahnya.
Tak heran jika kopi Bogor mulai menembus pasar internasional. Kopi Bogor telah meraih penghargaan dari Agency for the Valorization of Agricultural Products (AVPA) di Paris pada 2019.
Kini, berbagai kafe dan roastery di Bogor mulai menjadikan kopi lokal ini sebagai bintang utama di setiap cangkir.
Bagi para penikmatnya, setiap tegukan kopi Bogor adalah perjalanan rasa yang mengingatkan pada kesejukan hutan, embun pagi, dan keramahan para petaninya.
Lebih dari sekadar komoditas, kopi Bogor adalah cerita tentang alam yang bekerja sama dengan manusia. Tentang keseimbangan antara tanah, cuaca, dan tangan-tangan petani yang merawatnya dengan cinta.
Sebagaimana kabut pagi yang menyelimuti lereng gunung, rasa kopi Bogor hadir lembut menenangkan, namun meninggalkan kesan mendalam di lidah siapa pun yang menikmatinya.
"Karena di setiap cangkirnya, ada cita rasa khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," tutupnya.(cr1)
Editor : Alpin.