RADAR BOGOR – Suara deras hujan bercampur hembusan angin kencang menjelang sore itu berubah menjadi jeritan panik siswa siswi SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Genteng-genteng bangunan SMKN 1 Gunung Putri, mulai berjatuhan, disusul runtuhnya dinding kelas.
Dalam hitungan detik, lima ruang belajar di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk bersamaan pada Senin 3 November 2025.
“Awalnya cuma genteng-genteng jatuh, lama-lama ambruk domino gitu,” tutur Audrey (15), siswi kelas 10 jurusan Elektro 2 yang masih terlihat gemetar saat menceritakan detik-detik kejadian.
Sekitar pukul setengah tiga sore, hujan sedang deras-derasnya. Audrey dan teman-temannya sedang berada di ruang kelas menunggu giliran pemeriksaan kesehatan gratis.
Tak ada yang menyangka bahwa beberapa menit kemudian, atap di atas kepala mereka akan runtuh.
“Lagi pada cek kesehatan gratis terus nunggu di kelas, taunya langsung ambruk lima kelas,” ujarnya.
Teriakan minta tolong menggema. Sebagian siswa berlari menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya tertimpa puing-puing bangunan. “Ada yang kepalanya bocor, tangannya sobek,” katanya.
Dalam sekejap, suasana sekolah berubah menjadi kepanikan massal. Hujan yang masih mengguyur deras membuat puluhan siswa berlarian menyelamatkan diri.
Sejumlah siswa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Namun di balik rasa takut, muncul pula amarah dan kekecewaan. Banyak siswa berharap agar kejadian ini membuka mata pihak berwenang tentang kondisi bangunan sekolah yang dianggap tidak berkualitas. “Minta tolong di-up ya, biar di-notice KDM. Supaya diaudit sekolahannya,” ungkapnya.
Kini, yang tersisa hanyalah puing dan serpihan meja belajar. Di antara reruntuhan itu, masih tercium aroma tanah basah bercampur debu semen.
Para siswa hanya bisa menatap kosong, mencoba memahami bagaimana tempat mereka menimba ilmu bisa hancur dalam sekejap.
Di tengah trauma dan ketakutan, satu hal terus mereka harapkan, agar tidak ada lagi sekolah yang roboh hanya karena hujan deras.(cr1)
Editor : Alpin.