RADAR BOGOR - Sebanyak tiga RW di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang sedang mengikuti penilaian verifikasi Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Ketiga kampung itu, yaitu KRL Idola di RW 14, Mutiara Hijau RW 09, dan KRL Kebon Kosong Lestari RW 03.
Tim verifikasi dari DLH Kabupaten Bogor, melakukan penilaian dan pengecekan langsung KRL Kebon Kosong Lestari RW 03 tepat di RT 03/03 untuk KRL tingkat Utama, Senin 3 November 2025.
Ketua KRL Kebon Kosong Lestari RW 03, Turip Miyono menjelaskan, menjaga dan membersihkan lingkungan, menata taman dan berkebun sudah menjadi kegiatan yang biasa dilakukan oleh warga.
"Jadi, kami tidak ada persiapan khusus. Mau ada penilaian atau tidak karena mengurus lingkungan sudah menjadi rutinitas warga," ujarnya kepada Radar Bogor.
Dikatakan Turip, di lingkungannya sudah terbentuk tim pengurus taman percontohan untuk program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat dan bergizi.
"Itu yang secara langsung ada yang piket setiap hari, mereka menyiram tanaman, menata, bercocok tanaman dan memanennya sehingga mereka leluasa bergerak masing-masing," bebernya.
Masih kata Turip, KRL Kebon Kosong Lestari RW 03 sudah mendapatkan Tingkat Pratama predikat lingkungan terbaik dan tingkat madya mendapatkan apresiasi penataan lingkungan terbaik.
"Alhamdulillah pada 9 September 2025 untuk Kebun B2SA yang difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan mendapatkan prestasi juara kedua tingkat kedua Kabupaten Bogor antar B2SA," paparnya.
Dia berharap dengan kegiatan seperti ini bisa mengedukasi bahwa dengan lingkungan tertata rapih dan bersih serta juga ada kebun ketahanan pangan semua warga dapat menikmatinya.
"Mudah-mudahan dengan adanya KRL ini khususnya warga RW 03 bisa menerapkan hidup bersih dan sehat. Minimal untuk lingkungan di depan rumah masing-masing bisa dibersihkan," harapnya.
Kemudian ketahanan pangan rumah masing-masing bisa bercocok tanam, kalau ada galon mineral yang tidak dipakai bisa dimanfaatkan untuk menanam cabe, tomat dan yang lainnya.
Sementara itu Lurah Pabuaran, Rodi Kurniadi yang ikut hadir dalam penilaian verifikasi KRL mengapresiasi kepada lingkungan yang sudah ikut dalam program KRL.
"KRL Idola RW 14 dan KRL Mutiara Hijau RW 09 juga hari ini ada penilaian KRL untuk tingkat Jawara sedang untuk RW 03 tingkat Utama," terangnya.
Lurah berharap dengan program KRL masyarakat Pabuaran bisa menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para RW, Ketua RT dan tim KRL yang sudah bekerjasama dalam menjaga lingkungan dan kebersihan.
"Saya berharap RW yang belum mengikuti KRL, tahun akan datang bisa mengikutinya. Bukan semata-mata untuk mendapatkan hadiah atau kemenangan itu mah bonus, tapi bagaimana kita menjaga kebersihan lingkungan," terangnya.
Warga bisa melakukan pengelolaan sampah dengan mendukung program pemerintah. Jangan sampai banyak mendominasi sampah di Galuga, tapi bagaimana meminimalisir sampah di Kecamatan Cibinong, khususnya di kelurahan Pabuaran.
Ketua RW 03 Amirudin menambahkan dengan adanya program KRL ini bisa meningkatkan kualitas hidup warga melalui lingkungan yang sehat dan bersih.
Salah satu tim verifikasi Indra Yunus Sobandi mengatakan ada tiga tahapan untuk penilaian Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yaitu tahapan adaptasi, mitigasi dan serta peran masyarakat.
"Alhamdulillah yang saya lihat ini ada tiga aspek serta peran masyarakat warganya sudah guyub sekali jadi sudah ada nilai tambahan", ujarnya.
Untuk tahun ini, kata dia dalam penilaian verifikasi lebih menekankan kepada pengelolaan sampah.
"Karena perlu kita ketahui di DLH saja kita harus mengedukasi kepada masyarakat bahwa sampah itu sudah minimal dipilah di rumah sendiri karena sudah perda ataupun perbub-nya", pungkas dia.(**)
Editor : Alpin.