RADAR BOGOR - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahaan Rp 130 Triliun dapat mempermudah para pelaku UMKM.
Ara sapaan akrabnya mengungkapkan, negara harus membuat program tepat sasaran untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Terlebih, kata Ara, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan Rp 130 triliun ini pertama kali dalam sejarah yang dibuat oleh Presiden Republik Indonesia.
"Kita negara harus membuat program tepat sasaran yaitu buat UMKM ini pertama kali sepanjang sejarah yang dibuat Presiden Prabowo 130 triliun KUR Perumahan," kata Ara kepada wartawan, Senin 3 November 2025.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bogor Jenguk Remaja Korban Pembacokan di Kayumanis, Imbau Warga Aktifkan Ronda dan Pastikan Pelaku Bukan Anggota Ormas
"Bayangkan bunganya disubsidi 50 persen buat kontraktor developer toko bangunan. Modalnya maksimal Rp 10 miliar sampai omsetnya Rp 50 miliar dan juga buat UMKM," terangnya.
Apalagi, kata Ara, banyak sekali saat ini seorang ibu yang merupakan menjadi tulang punggung setiap keluarga.
"Jadi rumah nya dibangun direnovasi ekonomi keluarganya juga banyak ibu-ibu tadi dengar jualan makanan ada pakaian dan sebagainya dan itu sangat membantu ekonomi keluarga," jelas dia.
"Jadi ga usah ke rentenir lagi, jadi karna dengan KUR perumahan yaitu 6% setahun. Coba kalo rentenir sebulan berapa? Negara harus hadir negara tidak boleh membiarkan rakyatnya," lanjut Ara.
Baca Juga: Perkembangan Pencairan Bansos Tahap Keempat dan BLTS Kesra, PT Pos akan Salurkan Bantuan Door to Door Bagi Lansia dan Disabilitas
Ara memaparkan, seperti pidato Presiden Prabowo Subianto 4 bulan lalu waktu koperasi merah putih menyampaikan negara tidak boleh kalah dari rentenir dan tengkulak.
Negara harus buat program yang cepat tepat sasaran mudah dan murah.
"Dan ini kita lakukan tadi saya sampaikan kalo diperlukan Desember saya akan datang lagi, karna KUR perumahan 130 triliun Bogor dengan Kabupaten terbesar di Indonesia apalagi kemiskinan ekstrem terbesar ada di Bogor, nah ini harus diselesaikan dengan cepat dengan masif," terang dia.
Kemudian, kata dia, program stimulan untuk rumah subsidi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga tahun depan pemerintah akan tingkatkan menjadi dua kali lipat.
"Karena masih banyak masyarakat di Bogor yang tidak layak huni. Tadi saya sudah datang meninjau ke lapangan jadi kita akan perbaiki lebih banyak lagi dua kali lipat tahun depan dibanding tahun ini," pungkasnya.(rp2)
Editor : Alpin.