RADAR BOGOR – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, memastikan proses pembangunan ulang lima ruang kelas SMKN 1 Gunung Putri yang ambruk akibat hujan deras dan angin kencang segera dilakukan.
Ia menyebut, koordinasi lintas instansi sudah dimulai dan ditargetkan pembangunan bisa dimulai dalam waktu dekat.
“Dalam jangka waktu seminggu ini kita akan koordinasikan dengan pihak Bappeda dan BPKAD. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa kita bangun,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 3 November 2025.
Menurutnya, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kerusakan parah terjadi akibat faktor cuaca ekstrem dan tertimpa dahan pohon besar di belakang ruang kelas. “Rangka baja ringannya ikut tertarik semua, sehingga lima kelas rusak dan ambruk,” jelasnya.
Purwanto juga menegaskan, Gubernur Jawa Barat memberikan amanat agar keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas utama.
“Amanat dari Pak Gubernur, pastikan anak-anak sehat, bisa belajar kembali, dan ruang kelasnya segera dibangun agar proses pembelajaran berjalan normal seperti semula,” katanya.
Untuk sementara, pembelajaran di SMKN 1 Gunung Putri dilakukan secara daring.
Siswa kelas 11 dan 12 yang terdampak akan belajar bergiliran sambil menunggu rencana pembelajaran tatap muka disusun oleh pihak sekolah.
Selain fokus pada percepatan pembangunan, Purwanto juga menekankan pentingnya mitigasi terhadap cuaca ekstrem di seluruh sekolah di Jawa Barat.
Ia menginstruksikan kepala sekolah agar segera menebang pohon besar di sekitar bangunan yang berpotensi membahayakan.
“Sekolah yang dekat pohon besar, pohonnya harus segera dipotong. Kalau ada bangunan yang rusak berat dan tidak layak, harus segera dikosongkan,” tegasnya.
Purwanto juga menambahkan, kejadian di SMKN 1 Gunung Putri dan sebelumnya di SMKN 1 Cileungsi menjadi bahan evaluasi menyeluruh.
“Kami sudah minta pihak cabang dinas bersama Dinas Perkim untuk menilai kelayakan setiap sekolah. Bangunan yang dianggap tidak layak pakai harus segera diperbaiki,” pungkasnya.(cr1)