RADAR BOGOR - Pemkab Bogor menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui percepatan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Program Rumah Tidak Layak Huni ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat hidup lebih layak.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa pemerintah daerah memiliki semangat yang sama dengan pemerintah pusat dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bogor.
Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target tersebut.
Rudy menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden , Prabowo Subianto, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Muarar Sirait yang telah memberikan perhatian besar terhadap masyarakat Kabupaten Bogor.
Ia juga mengapresiasi peran dua anggota legislatif, yaitu Marlyn Maisarah dan Adriana Napitupulu, yang turut memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor.
“Kami mendata kurang lebih data awal ada 14.000 Rumah Tidak Layak Huni, maka di tahun 2025 semangat kami sama dengan pemerintah pusat,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 4 November 2025.
Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Bogor telah menangani sekitar 3.446 unit rumah tidak layak huni.
Program tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dari upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Ia menuturkan, di tingkat daerah program ini dikenal dengan nama Rutilahu, sedangkan di tingkat pemerintah pusat disebut Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program perumahan tersebut, pemerintah berupaya tidak hanya memperbaiki kualitas tempat tinggal masyarakat, tetapi juga meningkatkan taraf hidup mereka agar keluar dari kategori miskin ekstrem.
Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki semangat yang sama dengan pemerintah pusat dalam mengejar target penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bogor.
Ia menyebut bahwa pengentasan rumah tidak layak huni menjadi bagian penting dari strategi besar tersebut.
“Tahun depan kita naikkan dua kali lipat, jadi dua sampai tiga tahun ke depan insyaallah tuntas rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor,” tegasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin