RADAR BOGOR – Setelah ambruknya lima ruang kelas di SMKN 1 Gunung Putri akibat hujan deras dan angin kencang, Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan pemerintah daerah bergerak cepat.
Fokus utama diarahkan pada pemulihan proses belajar mengajar serta pemulihan psikologis siswa SMKN 1 Gunung Putri agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tenang.
Dalam kunjungannya, Bupati Bogor menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah sigap menangani bencana sejak awal ambruknya ruang kelas SMKN 1 Gunung Putri.
Mulai dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, pihak sekolah, serta berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, dan Damkar.
“Sigap melakukan penanganan tahap pertama pada saat kejadian bencana. Kurang lebih ada 41 siswa-siswi yang menjadi korban dalam bencana rubuhnya atap sekolah kemarin,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 4 November 2025.
Bupati menegaskan, Pemkab Bogor berkomitmen untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar di SMKN 1 Gunung Putri tetap berjalan meskipun sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan.
Ia menuturkan bahwa pemulihan proses pendidikan menjadi prioritas utama setelah kejadian tersebut.
Selain itu, Rudy menyebut pemerintah juga memberikan layanan pemulihan psikologis atau trauma healing bagi siswa dan guru yang terdampak peristiwa tersebut.
“Sehingga anak-anak masih semangat, anak-anak tidak memiliki rasa takut pada saat masuk ruang kelas untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar,” katanya.
Rudy menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang segera menindaklanjuti kondisi bangunan dengan rencana revitalisasi ruang kelas yang rusak.
“Melakukan langkah-langkah cepat untuk segera melakukan revitalisasi pembangunan ruang kelas yang rusak sehingga kegiatan belajar-mengajar ke depan dapat kembali normal,” ujarnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin