Siaga Penuh, Tiga Ribu Personel Gabungan Disiapkan Hadapi Potensi Bencana di Kabupaten Bogor
Kholikul Ihsan• Kamis, 6 November 2025 | 15:11 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam apel kesiapsiagaan mitigasi bencana.
RADAR BOGOR - Sebanyak tiga ribu personel gabungan dari Pemkab Bogor, TNI, Polri, serta relawan masyarakat dikerahkan dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana yang berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Rabu, 5 November 2025.
Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan menegaskan komitmen kolektif untuk memperkuat kesiapsiagaan di seluruh wilayah.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Bogor, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang telah memicu bencana di berbagai wilayah.
Kabupaten Bogor yang luas dan berpenduduk lebih dari lima juta jiwa membuat kesiapsiagaan seluruh elemen menjadi krusial.
“Hampir semua kecamatan di Kabupaten Bogor berpotensi mengalami bencana seperti longsor, banjir, dan pergerakan tanah,” ungkap AKBP Wikha.
Bahkan area perkotaan juga berisiko mengalami banjir akibat tingginya curah hujan. Kehadiran 3.000 personel gabungan ini diharapkan dapat bergerak cepat, tepat, dan membantu menyelamatkan warga yang terdampak.
Untuk mempercepat respons, Pemkab Bogor bersama jajaran kepolisian menerapkan mekanisme koordinasi yang terstruktur:
Pembentukan Posko Terpadu: Posko tanggap bencana akan didirikan di setiap Polres dan Polsek, terhubung langsung dengan posko pusat di tingkat kabupaten. Sistem ini bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Penguatan Relawan: AKBP Wikha juga mengumumkan distribusi rompi khusus bagi para relawan tanggap bencana. Rompi ini diberikan untuk memperkuat koordinasi di lapangan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanganan bencana.
Selain respons darurat, Kapolres Bogor menekankan pentingnya mitigasi jangka panjang, terutama dalam menjaga lingkungan.
“Menjaga bumi dan pelestarian hutan menjadi aspek penting dalam upaya mitigasi bencana, di Megamendung sudah ada contoh yang baik tentang bagaimana hutan organik bisa menjadi solusi alami untuk mencegah bencana,” jelas AKBP Wikha.
Sementara itu Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi terhadap sinergi tersebut dan mengajak untuk meningkatkan kepedulian, kewaspadaan, serta komitmen bersama dalam langkah mitigasi.
“Hal ini menjadi bukti adanya kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” pungkasnya.***