RADAR BOGOR - Dalam upaya mencegah berkembangnya paham ekstremisme di masyarakat, Yayasan Inklusif bersama Pemerintah Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, resmi membentuk Gugus Tugas Desa Damai, Selasa 6 November 2025.
Gugus ini menjadi langkah konkret dalam membangun harmoni sosial di tingkat akar rumput.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Strengthening Social Cohesion yang didukung oleh Global Community Engagement and Resilience Fund (GCERF) lembaga internasional yang bermitra dengan Pemerintah Indonesia dalam mendukung inisiatif lokal pencegahan ekstremisme kekerasan.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Yayasan Inklusif, La Rimpu, Wahid Foundation, dan Libu Perempuan.
Konsep “Desa Damai” yang diusung telah lebih dulu sukses diterapkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya memperkuat nilai-nilai toleransi, inklusi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Direktur Yayasan Inklusif, Muhammad Subhi, mengatakan bahwa Desa Sasak Panjang akan menjadi mitra program selama tiga tahun ke depan.
Dia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menjaga perdamaian dan mencegah konflik sosial.
“Menjadi mitra untuk berkoordinasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan di Desa Sasak Panjang," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 6 November 2025.
Subhi menjelaskan, selama tiga tahun program ini akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti dialog lintas warga, pelatihan, serta pemberdayaan pemuda dan perempuan.
"Muaranya adalah bagaimana bersama-sama kita membangun desa agar lebih baik dan kondusif untuk meningkatkan manfaat bagi warga," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sasak Panjang, Ummi Yulaikah, menyambut antusias pembentukan Gugus Tugas Desa Damai ini dan menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa.
"Kami sebagai pemerintah desa sangat mendukung dan mensupport kegiatan hari ini,” ungkapnya.
Ia menuturkan, pemerintah desa akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan melembagakan gugus tugas di tingkat lokal.
Gugus ini akan melibatkan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader PKK, hingga perwakilan pemuda.
"Nanti akan kami diskusikan siapa yang menjadi koordinator dan bagaimana langkah-langkah lanjutan agar program ini berjalan berkesinambungan,” tuturnya.
Pertemuan pembentukan gugus tugas ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Pembentukan Gugus Tugas Desa Damai sebagai simbol komitmen bersama. Gugus ini akan bekerja selama dua tahun hingga 2027.(cr1)