RADAR BOGOR – Kopi asal Kabupaten Bogor terus menapaki pasar internasional. Melalui penguatan kualitas, sertifikasi Indikasi Geografis (IG), hingga promosi di berbagai pameran, Kopi Bogor kini mulai dikenal di luar negeri, bahkan telah menembus pasar Eropa dan Asia.
Penyuluh Bidang Perkebunan sekaligus Ketua Tim Perlindungan Pertanian Distanhorbun Kabupaten Bogor, Reza Septian, menjelaskan bahwa kopi Bogor telah diekspor ke berbagai negara, baik dalam skala mikro (microlot) maupun nano (nanolot).
“Sebenarnya kopi Bogor itu sudah pernah diekspor, tetapi belum dalam bentuk makrolot. Kalau microlot itu kami pernah ekspor ke negara-negara Nordik, sedangkan nanolot ke Jepang, Singapura, dan Kanada,” ujarnya kepada Radar Bogor belum lama ini.
Tak hanya itu, pada tahun 2023, kopi arabika asal Cisarua juga berhasil diekspor ke Taiwan sebanyak 500 kilogram. Meski jumlahnya belum besar, ekspor ini menjadi bukti bahwa cita rasa kopi Bogor memiliki daya saing global.
“Kalau penghargaan internasional itu sudah lama, tahun 2019. Waktu itu kami mendapat medali perak dan perunggu dari Agency for the Valorization of Agricultural Products (AVPA) di Paris. Itu kopi dari Sukamakmur dan Babakan Madang,” tambahnya.
Karakter kopi Bogor dinilai unik dan mudah diterima pasar internasional. Rasa acidity yang lembut, manis alami, serta tingkat kepahitan yang rendah menjadi pembeda dibandingkan kopi dari daerah lain.
“Kopi Bogor punya ciri khas rasa asam seperti arabika tapi lebih lembut, ada rasa manis asli, dan pahitnya tidak sekuat kopi Sumatra. Jadi enak dinikmati sebagai single origin,” jelasnya.
Melalui promosi dan partisipasi aktif dalam berbagai ajang seperti pameran, kompetisi, dan coffee expo, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor berharap kopi lokal semakin dikenal di kancah internasional.
“Kami terus ikut kompetisi dan pameran supaya kopi Bogor dikenal lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati