Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kopi Bogor Siap Jadi Identitas Daerah, Sering Disuguhkan Setiap Rapat Pemkab sampai Tembus Pasar Ekspor

Muhammad Ali • Jumat, 7 November 2025 | 07:34 WIB
Petani menjemur biji kopi di Kampung Cikoneng, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang pangsa pasarnya menembus hingga Eropa.
Petani menjemur biji kopi di Kampung Cikoneng, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang pangsa pasarnya menembus hingga Eropa.

RADAR BOGOR – Di tengah aroma tanah basah pegunungan Bogor, secangkir kopi lokal mulai mendapat tempat istimewa bukan hanya di kafe atau pasar ekspor, tetapi juga di meja rapat Pemerintah Kabupaten Bogor. Upaya kecil tetapi bermakna ini menandai tekad Pemkab Bogor untuk mengangkat kembali kejayaan kopi sebagai identitas daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut bahwa kopi Bogor sejatinya punya sejarah dan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.

“lima tahun yang lalu kita memang sudah menargetkan dari bahwa Kabupaten Bogor punya komoditas kopi terbanyak di Jawa Barat, dan ternyata betul. Dari Sangga Buana, Gunung Gede Pangrango, sampai Gunung Halimun Salak, semuanya banyak kopi, ini yang menjadi kebanggaan kita,” ujarnya kepada Radar Bogor belum lama ini.

Namun, Ajat mengakui bahwa perhatian terhadap sektor kopi sempat kalah dengan fokus pembangunan program penunjang ketahanan pangan. Meski begitu, tren minum kopi yang kian meningkat menjadi peluang baru bagi para petani dan pelaku UMKM.

Ajat menuturkan, kini konsumsi kopi lokal sudah mulai berkembang, bahkan sebagian produksi kopi Bogor sudah dilirik untuk kebutuhan ekspor.

“Harapannya bisa punya nilai tambah bagi petani, sekaligus membuka lapangan kerja, sekarang kebutuhan kopi itu mulai ekspor, ada beberapa perusahaan yang langsung ambil kopi kita. Itu artinya potensi ekonominya sangat tinggi,” jelasnya.

Langkah kecil tetapi bermakna juga dilakukan di lingkungan Pemkab Bogor sendiri. Ia menyebut kini rapat-rapat di pemerintahan mulai menyajikan kopi asli Bogor.

“Sekarang mulai nih, kalau rapat kita alasannya nggak pernah pakai kopi lain, pasti kopi kita,” tutupnya.

Kebijakan sederhana itu menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal. Bila tren ini terus tumbuh, bukan tidak mungkin kopi Bogor akan sejajar dengan kopi dari daerah lain seperti Garut atau Ciwidey yang lebih dulu dikenal. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #kopi