RADAR BOGOR – Keluarga korban kasus rudapaksa di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, meminta perlindungan kepada sejumlah pihak.
Keluarga korban rudapaksa minta perlindungan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, serta kepolisian.
Permintaan tersebut muncul setelah keluarga pelaku disebut beberapa kali mendatangi rumah korban sejak kasus rudapaksa ini dilaporkan ke Polres Bogor.
Ayah korban mengungkapkan, keluarga pelaku sudah tiga kali datang ke rumahnya untuk berdamai agar kasusnya tidak dilanjutkan.
Dari tiga kali kedatangan itu, dua kali bertemu langsung dengannya dan 1 kali lagi dengan sang istri.
Dia menyebut, kunjungan tersebut dilakukan di waktu yang berbeda, bahkan saat rumah dalam keadaan terkunci.
“Kalau untuk bolak-balik ke rumah itu kebetulan rumah lagi dikunci dan digembok, jadi tetangga yang bilang kalau rumahnya gelap. Tapi kalau untuk ketemu sih, tiga kali,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 7 November 2025.
Dia menambahkan, setiap kedatangan keluarga pelaku selalu diiringi dengan permintaan maaf serta upaya membujuk agar laporan polisi dicabut.
Menurutnya, hal itu membuat keluarganya merasa tidak nyaman dan semakin tertekan di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Ayah korban mengaku khawatir dengan kondisi keluarganya, terutama anak dan istrinya, yang kini masih mengalami trauma pascakejadian.
Bahkan korban sempat tidak mau disentuh oleh kakeknya sendiri. Mereka berharap ada perlindungan hukum dan pendampingan agar bisa merasa aman dari segala bentuk tekanan.
“Saya pengen dapat perlindungan untuk keluarga, khususnya anak dan istri saya,” ujarnya.
Kasus ini sebelumnya telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bogor.
Pelaku, yang merupakan guru ngaji korban, telah diamankan dan ditahan di Polres Bogor sejak Senin, 20 Oktober 2025.
Penyidik masih terus mendalami motif dan bukti tambahan terkait dugaan tindakan rudapaksa tersebut.
“Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada pihak PPA Polres Bogor beserta jajarannya yang sudah membantu dengan cepat, sigap menangani kasus ini,” tutupnya.(cr1)
Editor : Alpin.