RADAR BOGOR - Setiap Minggu pagi, suasana Car Free Day (CFD) yang berlangsung di area Setu Plaza Cibinong, Kabupaten Bogor, menunjukkan peningkatan keramaian dan kemeriahan yang signifikan.
Pengunjung yang datang dari berbagai wilayah terlihat sangat antusias menikmati berbagai macam kegiatan.
Salah satu daya tarik utama yakni keberadaan wahana air berupa perahu gratis yang disediakan langsung oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor di area setu.
Inisiatif ini dirancang sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi bagi masyarakat. Kehadirannya menjadi magnet bagi warga yang ingin merasakan pengalaman menaiki perahu di tengah suasana pagi yang segar dan dipenuhi semangat kebersamaan.
Asep, salah satu petugas lapangan dari BPBD Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa wahana air ini tersedia setiap hari Sabtu, mulai pukul 06.30 hingga 10.00 WIB, bertepatan dengan pelaksanaan CFD.
“Antusias masyarakat luar biasa, antrian untuk bermain perahu sampai memanjang ke belakang. Dari minggu sebelumnya juga sama ramainya,” ucap Asep dikutip dari laman resmi Pemkab Bogor.
Saat ini, fasilitas perahu yang disiapkan berjumlah empat unit, yaitu tiga perahu untuk melayani pengunjung dan satu perahu yang dikhususkan untuk pengamanan.
Para pengunjung diberi pilihan antara perahu bermesin atau perahu dayung, yang menawarkan pengalaman lebih santai atau lebih menantang.
Salah seorang warga yang hadir, Elis dari Bojonegede, menyatakan kegembiraannya atas fasilitas ini setelah ia mencoba wahana perahu dayung bersama anggota keluarganya.
“Seru banget, ni memang pekan kedua ya, tapi kita nikmatin banget jalan-jalan di atas perahu. Saya pilih yang dayung supaya bisa eksplor keliling danau. Walaupun antrinya cukup lama, sekitar 30 menit, tapi tetap enjoy dan menyenangkan,” ungkap Elis.
Elis pun memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor karena telah menyediakan fasilitas publik yang gratis dan ramah bagi keluarga.
Aktivitas Car Free Day di Setu Plaza Cibinong dengan adanya wahana air gratis ini membuktikan bahwa ruang publik dapat berfungsi optimal sebagai tempat interaksi sosial, rekreasi keluarga, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat luas.***
Editor : Eka Rahmawati