Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Investasi Hijau EIGER Adventure Land di Megamendung Bogor, Transformasi Konflik Agraria Menjadi Ekowisata Keberlanjutan

Septi Nulawam Harahap • Selasa, 11 November 2025 | 20:30 WIB
Penanaman pohon di area EIGER Adventure Land, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Penanaman pohon di area EIGER Adventure Land, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Kisah panjang mengenai lahan negara di Megamendung, Kabupaten Bogor yang sempat dikuasai secara ilegal kini berubah menjadi cerita pemulihan dan harapan.

Hadirnya EIGER Adventure Land, kawasan ini bertransformasi dari titik konflik agraria menjadi contoh nyata ekowisata berkelanjutan yang memberi manfaat bagi alam, masyarakat, dan ekonomi lokal.

"Dampaknya ada dua. Pertama, penggundulan kebun teh dan hutan yang dikuasai PT Perkebunan Nusantara I Regional 2. Kedua, muncul sengketa lahan, padahal tanah itu milik negara. Dua persoalan ini berlangsung cukup lama," ujar Camat Megamendung, Ridwan.

Sebagai putra daerah, Ridwan masih mengingat masa pasca-Reformasi 1998 ketika penyerobotan lahan negara marak terjadi. Saat itu, pemerintah pusat dan daerah dibuat kewalahan dengan lahan yang rusak, dan ekonomi warga stagnan.

Namun dua dekade kemudian, wajah Megamendung mulai berubah seiring hadirnya investasi yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat.

"Sejak saya menjabat camat pada 2023, tidak ada lagi laporan sengketa tanah. Ini dampak positif dari masuknya investasi," katanya.

Ia menambahkan, EIGER Adventure Land membawa empat manfaat utama, di antaranya tanah negara yang dulu diserobot kini kembali, reboisasi kawasan gundul, kontribusi investor kepada negara, dan warga memperoleh pekerjaan.

"Yang paling penting, mereka peduli terhadap lingkungan hidup. Contohnya, Sungai Cisukabirus di wilayah ini tidak pernah banjir meski ada pembangunan," tambahnya.

Sejak tahap pembangunan yang dilakukan pada tahun 2021, kata Ridwan, EIGER Adventure Land membuktikan komitmennya terhadap lingkungan dari berbagai langkah pemulihan.

Hingga kini, lebih dari 100.000 pohon dan perdu telah ditanam, dan lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah di kawasan PTPN.

Upaya ini diperkuat dengan pendataan keanekaragaman hayati, serta pengendalian air limpasan (run-off) melalui pembangunan 5 kolam retensi dan 205 sumur resapan, guna memastikan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

Menurut Ridwan, pola investasi EIGER Adventure Land juga sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto tentang hilirisasi dan penyerapan tenaga kerja.

"Hilirisasi investasi di sini salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja warga sekitar. Itu membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan," bebernya.

Atang (70), warga Sukagalih, Megamendung yang sejak 2019 bekerja sebagai gardener di kawasan ekowisata EIGER Adventure Land menjadi saksi perubahan lahan tandus menjadi hijau kembali.

"Saya diajari cara menanam dan merawat tanaman yang cocok di sini. Kami diajarkan pentingnya menjaga alam. Pohon yang saya tanam tiga tahun lalu sekarang sudah besar," ungkap Atang.

Hingga kini, EIGER Adventure Land telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 warga lokal, dan akan menyerap lebih dari 1.200 orang saat beroperasi penuh.

Selain membuka lapangan kerja, kehadiran EIGER Adventure Land juga dinilai telah menggerakkan roda ekonomi melalui dukungan terhadap UMKM lokal, peningkatan penerimaan pajak dan PNBP, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keseimbangan sosial dan ekologis.

Dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Siti Amanah menyampaikan, EIGER Adventure Land merupakan contoh nyata kolaborasi multipihak yang menyatukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Ketua Forum Rural Advisory Services for Southeast Asia (RASSEA) itu menilai, model kolaborasi berbasis kepercayaan (trust) dan tanggung jawab bersama inilah yang membuat ekowisata berkelanjutan relevan sebagai solusi membangun negeri.

"Sarana transformasi sosial, ekonomi, dan ekologis yang mampu bermetamorfosis dari kawasan penuh konflik menjadi ruang pembelajaran, konservasi, dan kesejahteraan bersama," tandasnya.(cok)

Salah satu wali murid SMA 10 Samarinda, Arif Rahman hadir dalam RDP di DPRD Kaltim, Senin (10/11).
Salah satu wali murid SMA 10 Samarinda, Arif Rahman hadir dalam RDP di DPRD Kaltim, Senin (10/11).
Editor : Alpin.
#megamendung #Eiger Adventure Land #penanaman pohon