RADAR BOGOR – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Balai POM di Bogor bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Bidang Obat Bahan Alam melalui GROW BPOM dan BRIN berlangsung di Gedung ICC, Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu 12 November 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari seri GROW (Green Research and Opportunities with BPOM and BRIN) yang bertujuan memperkuat sinergi antara regulator, lembaga riset, dan pelaku industri dalam mendorong hilirisasi hasil riset obat bahan alam.
Adapun tema yang diangkat adalah “Meningkatkan Keamanan, Mutu dan Daya Saing Obat Bahan Alam di Wilayah Bogor dan Depok melalui Riset dan Inovasi."
Acara dihadiri oleh unsur pimpinan BPOM dan BRIN, perwakilan pelaku usaha obat bahan alam, serta peneliti dari empat pusat riset BRIN yaitu Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PR BBOOT), Pusat Riset Kimia Molekuler (PR Kimia), Pusat Riset Vaksin dan Obat (PRVO), serta Pusat Riset Biomedis (PR Biomedis).
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM yang diwakili oleh Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Anisyah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan hasil riset dapat diterjemahkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya bertugas mengawasi, tapi juga melakukan pembinaan. Melalui GROW ini, kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal produk obat bahan alam agar menjadi produk komersial yang aman, bermutu, dan berhasil,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 12 November 2025.
Anisyah menambahkan bahwa sinergi antara BPOM dan BRIN merupakan elemen penting dalam mewujudkan pengawasan berbasis ilmiah sekaligus mendukung pengembangan obat bahan alam yang memenuhi standar keamanan dan efektivitas.
“Kolaborasi ini membuat pengawasan berjalan dari hulu ke hilir, mulai dari penyusunan regulasi, evaluasi pra-pasar, hingga pengawasan pasca-pasar, agar kualitas produk tetap terjamin,” tambahnya.
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN yang diwakili oleh Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri, Mulyadi Sinung Harjono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret BRIN dalam memperkuat pemanfaatan hasil riset untuk mendukung industri nasional berbasis bahan alam.
“Kami berupaya agar hasil riset dan inovasi BRIN dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku industri untuk menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan memiliki daya saing sesuai regulasi BPOM,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa BRIN terus mendorong pemanfaatan laboratorium terkait obat tradisional, sumber daya iptek, serta fasilitasi PPIK sebelum masuk ke tahap izin edar oleh BPOM.
Mulyadi juga menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas kerja sama yang selama ini terjalin baik, khususnya kepada Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan serta Kepala Balai POM di Bogor.
Sementara itu, Kepala BPOM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menjelaskan bahwa semangat program GROW adalah untuk memanfaatkan potensi riset anak bangsa agar bisa digunakan dan dikembangkan di dalam negeri.
“Kita berkolaborasi menjamin sumber daya Indonesia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pabrik dalam negeri. Jadi ini murni dari Indonesia untuk Indonesia,” ucapnya.
Jeffeta juga menuturkan bahwa antusiasme pelaku usaha terhadap program ini sangat tinggi. Dari seri pertama hingga kelima, banyak hasil riset yang telah berhasil dihilirisasi menjadi produk siap edar.
“Pelaku usaha merasa sangat senang karena bisa memilih riset yang akan dihilirisasi secara gratis. Prosesnya lebih cepat, efisien, dan membantu mereka menghemat waktu dan biaya,” jelasnya.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh pejabat Eselon II BPOM dan BRIN ini juga menampilkan berbagai produk inovasi obat bahan alam hasil riset BRIN.
Acara diisi dengan sesi talkshow dan diskusi interaktif yang membahas strategi hilirisasi hasil riset, peningkatan mutu produk, serta dukungan regulasi bagi pelaku industri.
Lebih dari 100 pelaku usaha dan industri obat bahan alam dari wilayah Bogor dan Depok turut berpartisipasi.
Melalui kegiatan GROW BPOM dan BRIN, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan dalam mewujudkan kemandirian bahan baku obat nasional berbasis kekayaan alam Indonesia.(cr1)
Editor : Alpin.