Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dari Tilang Jadi Sedekah, Polsek Cileungsi Ubah Razia Balap Liar Jadi Momen Kepedulian Sosial

Muhammad Ali • Rabu, 12 November 2025 | 21:58 WIB
Razia balap liar berakhir dengan kegiatan bersedekah di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Razia balap liar berakhir dengan kegiatan bersedekah di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Sebuah momen tak biasa terjadi di Polsek Cileungsi, Kabupaten Bogor. Razia balap liar yang biasanya berujung pada tilang dan sanksi tegas, justru berubah menjadi aksi kemanusiaan.

Para pelanggar lalu lintas, diajak untuk bersedekah kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk pembinaan dan tanggung jawab sosial.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menceritakan bahwa kegiatan tersebut bermula dari razia balap liar yang digelar pada malam Minggu hingga Minggu pagi.

Dari hasil penertiban itu, pihaknya mengamankan 26 unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk aksi balap liar di wilayah Cileungsi.

“Minggu pagi kita amankan, lalu Minggu siang sudah boleh diambil. Syaratnya motor harus lengkap sesuai standar ada spion, lampu, dan surat-suratnya seperti BPKB, STNK, dan SIM,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 12 November 2025.

Namun yang menarik, bukan tilang atau denda yang diberlakukan kepada para pelanggar.

Edison menjelaskan bahwa Polsek tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penilangan langsung karena tilang hanya dapat dilakukan petugas yang tersertifikasi dari Polres dengan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

“Kita tidak menilang karena bukan kewenangan Polsek. Jadi saya kembalikan ke orang tua masing-masing. Silakan lengkapi motornya dan ambil tanpa biaya apa pun. Tapi saya bilang, kalau mau sedekah, silakan,” tuturnya.

Ajakan sederhana itu justru disambut antusias oleh para orang tua. Banyak dari mereka yang secara sukarela membawa beras untuk dibagikan kepada warga sekitar, termasuk para pemulung dan masyarakat kecil yang kebetulan melintas di depan Mapolsek.

“Ada satu ibu bilang, pak, biar sekalian anak saya dapat doa, saya mau sedekah aja. Dari situ yang lain ikut-ikutan. Ada yang bawa dua karung, ada yang lima. Akhirnya kita panggil para pemulung, total sekitar 20 orang yang menerima,” ungkapnya.

Menurut Edison, kegiatan itu berlangsung spontan dan penuh haru. Ia menyebut banyak orang tua yang justru terharu karena bisa menjadikan momen penertiban anaknya sebagai ladang amal dan pengingat bagi keluarga.

“Saya cuma mengimbau, bukan memaksa. Tapi alhamdulillah semua senang. Ibu-ibu bahkan minta doa dari pemulung biar anaknya jadi anak soleh. Itu momen yang luar biasa,” ungkapnya.

Dari 26 motor yang diamankan, 12 di antaranya sudah diambil kembali oleh pemiliknya, sementara sisanya masih berada di Polsek menunggu kelengkapan surat-surat.

Sebagian besar pelanggar diketahui masih berusia muda dan ada yang kedapatan mengonsumsi minuman keras saat razia.

“Kita panggil orang tuanya supaya tahu kondisi anak-anaknya. 90 persen anak-anak ini minum miras. Jadi selain penertiban, kita juga beri edukasi. Saya bilang ke mereka, ini cukup sekali, jangan sampai ketemu saya lagi karena balap liar,” tegasnya.

Dia menambahkan, langkah humanis seperti ini diharapkan bisa menjadi pendekatan baru dalam pembinaan generasi muda tanpa harus selalu berujung pada hukuman.

“Buat saya, yang penting mereka sadar. Kalau dengan sedekah bisa jadi pengingat dan membuka hati, itu jauh lebih bermanfaat daripada sekadar denda,” tutupnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#Polsek Cileungsi #balap liar