Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mensos Saifullah Yusuf Hadiri Acara Pemberdayaan KPM Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor: Pengolahan Pelepah Pisang Menjadi Tali dan Keranjang

Fransisca Susanti Wiryawan • Minggu, 16 November 2025 | 06:46 WIB
Pemberdayaan KPM di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, mengolah pelepah pisang menjadi tali dan keranjang.
Pemberdayaan KPM di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, mengolah pelepah pisang menjadi tali dan keranjang.

RADAR BOGOR – Kementerian Sosial mengadakan pelatihan pengolahan pelepah pisang menjadi tali di Desa Tanjungsari pada 13–15 November 2025.

Pelepah pisang yang dulu dianggap tidak bernilai kini diubah menjadi sumber penghasilan baru bagi warga Tanjungsari.

Sebanyak 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari tujuh desa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, belajar memintal pelepah pisang menjadi tali bernilai ekonomi tinggi, yaitu Rp6.000 hingga Rp22.000 per kilogram.

Bahkan, jika tali tersebut diproses menjadi keranjang, harganya dapat mencapai Rp60.000 per buah.

Karena bantuan sosial (bansos) bersifat sementara, Kementerian Sosial mengadakan pemberdayaan KPM agar mereka mencapai kemandirian dan dapat memutus rantai kemiskinan.

Pada hari kedua, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) turut hadir meninjau pelatihan, berdialog dengan warga, dan memastikan setiap peserta dibekali alat pemintal agar dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga.

“Di sini ada bahan baku pelepah pisang yang berlimpah. Mari kita manfaatkan. Ibu-ibu belajar yang baik sehingga nanti bisa dapat tambahan penghasilan yang cukup besar. Belajar yang sungguh-sungguh. Yang Rp22 ribu per kg kan kalau 10 kg lumayan jadi Rp220 ribu,” ujar Saifullah Yusuf.

Saifullah Yusuf mengingatkan bahwa pelepah pisang bukan hanya sekadar pajangan, melainkan peluang untuk mendapatkan penghasilan sehingga masyarakat dapat hidup mandiri.

“Ya gampang-gampang susah sih, Pak. Mutarnya gampang. Tapi ngerapiinnya susah,” ujar Bu Epi, salah satu KPM yang menghadiri pelatihan.

Melihat antusiasme peserta, Kementerian Sosial langsung membagikan 200 alat pemintal agar KPM dapat langsung praktik. Selain alat pintal, contoh tali juga dibagikan agar warga mampu menghasilkan produk yang lebih bernilai.

Sebelumnya, Kementerian Sosial telah mengadakan pelatihan serupa di Lumajang, Probolinggo, dan Bogor; mengembangkan anyaman pisang di Kulonprogo; serta eceng gondok dan mendong di Gunung Kidul, Banyumas, dan Cilacap.

Melalui program pemberdayaan ini, Pemerintah mendorong warga memperoleh tambahan penghasilan yang lebih besar.

Pemberdayaan KPM tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa masyarakat harus semakin berdaya, mandiri, dan tidak mudah bergantung. Inilah langkah kecil yang menciptakan perubahan besar melalui tekad, kolaborasi, dan pemanfaatan peluang.***

Almarhum Hj. Rugaiya Usman semasa hidup
Almarhum Hj. Rugaiya Usman semasa hidup
Para tenaga honorer saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda bersama Komisi I DPRD NTB, Selasa lalu (11/11).
Para tenaga honorer saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda bersama Komisi I DPRD NTB, Selasa lalu (11/11).
Editor : Eli Kustiyawati
#kpm #bansos #pelatihan pengolahan pelepah pisang #Desa Tanjungsari #kabupaten bogor