Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BEM Bogor Raya Tegaskan Arah Gerakan, Lawan Oligarki SDA dan Perkuat Kedaulatan Lokal Berbasis Data

Abilly Muhamad • Minggu, 16 November 2025 | 16:03 WIB

‎Muker Aliansi BEM se Bogor Raya, yang diselenggarakan pada 15-16 November 2025 di STIE GICI Business School Bogor.
‎Muker Aliansi BEM se Bogor Raya, yang diselenggarakan pada 15-16 November 2025 di STIE GICI Business School Bogor.


‎RADAR BOGOR - Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan arah gerakan mahasiswa Bogor.

Hal itu disampaikan saat Musyawarah Kerja (Muker) BEM Bogor Raya di STIE GICI Business School.

‎Muker Aliansi BEM se Bogor Raya ini diselenggarakan pada 15-16 November 2025 di Bogor.

Kegiatan ini mengangkat tema “Meneguhkan Arah Gerakan: Konsolidasi, Kolaborasi, dan Aksi Nyata Mahasiswa” yang dihadiri sekitar 100 perwakilan kampus dari berbagai perguruan tinggi se-Bogor Raya.

Baca Juga: Dibungkus Kain Putih, Bayi Malang Ditemukan Warga di Kawasan Puncak Bogor dalam Kondisi Meninggal Dunia

‎"Forum Muker tahun ini memunculkan sejumlah isu strategis yang harus menjadi fokus perjuangan mahasiswa, terutama setelah diskusi bersama narasumber Wakil Ketua Umum DPP KNPI Raden Umar, Guru Besar UNJ Prof Abdul Haris Fatgehipon, dan Aktivis IPB Fathan Putra Mardela," ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu 16 November 2025.

‎Indra menegaskan bahwa Aliansi BEM se-Bogor Raya akan berada di garis depan dalam mengkritisi tata kelola sumber daya alam (SDA) yang tidak transparan dan rawan dikendalikan oligarki.

Apalagi secara lokal, seperti Isu tambang pasir dan eksploitasi SDA lainnya di wilayah Bogor kembali disorot sebagai persoalan serius.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Belum Cair di KKS Baru, KPM Segera Cek Status Transaksi di SIKS-NG

‎"SDA adalah pilar kedaulatan bangsa. Kami menolak praktik oligarki yang merugikan rakyat dan memperkuat militansi kebangsaan untuk mengoreksi setiap kebijakan pro oligarki dan yang menyimpang dari Pancasila serta konstitusi," tegas Indra.

‎Aliansi BEM se-Bogor Raya, menyatakan komitmen untuk menjadi Arsitek Kedaulatan Lokal dengan memperkuat literasi publik dan menempatkan data sebagai alat perlawanan sosial.

‎Indra menyoroti pentingnya keakuratan data dalam program penanggulangan kemiskinan, pelayanan sosial, hingga peningkatan kesejahteraan buruh.

‎"Kami akan terjun langsung mengawal validitas data di lapangan agar keberpihakan negara benar-benar tepat sasaran," tutur dia.

Baca Juga: Pencairan Bansos PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900 Ribu, dan Beras 20 Kg Semakin Merata, tapi Ada Syarat Baru yang Bisa Buat Bantuan Hangus

‎Indra menekankan bahwa Muker Aliansi BEM Bogor Raya 2025 bukan hanya agenda tahunan, melainkan penegasan budaya perjuangan yang berkelanjutan.

‎"Mari bung kita semua seluruh elemen mahasiswa Bogor Raya untuk meningkatkan kualitas gerakan dengan langkah konkret, kita ganyang para oligarki sumberdaya alam dan berjuang untuk kepentingan rakyat," imbuh dia.

‎Karena, kata Indra, keberhasilan gerakan bukan diukur dari kerasnya suara, tetapi dari ketahanan dan konsistensi napas perjuangan.

‎"Kami akan terus bersuara, bergerak, dan berkolaborasi untuk rakyat Bogor dan Indonesia, ini bentuk komitmen kami," pungkasnya.(rp2)

Editor : Alpin.
#gerakan mahasiswa #BEM Bogor