Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Inovasi Alat Pemotong Pisang Tingkatkan Produktivitas UMKM di Desa Situsari Bogor

Yosep Awaludin • Senin, 17 November 2025 | 11:57 WIB
Alat pemotong pisang ergonomis hasil rancangan tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Cileungsi untuk pelaku UMKM di Desa Situsari Bogor
Alat pemotong pisang ergonomis hasil rancangan tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Cileungsi untuk pelaku UMKM di Desa Situsari Bogor

RADAR BOGOR - Semangat inovasi terus tumbuh di kalangan pelaku UMKM di Kabupaten Bogor. Salah satu buktinya di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi.

Di mana para pelaku UMKM kini mulai merasakan manfaat teknologi tepat guna melalui alat pemotong pisang ergonomis hasil rancangan tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI).

Inovasi sederhana ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas UMKM hingga 50 persen sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini digagas oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Cileungsi.

Yakni Wilarso, M. Ali Pahmi, Nurkholis, dan melibatkan mahasiswa Firman, Muhammad Mujtaba, Saman Maulana dan Ryan Noor Arifin dengan dukungan Kemendiktiristek melalui program pendanaan pengabdian masyarakat berbasis teknologi tepat guna.

Sebelumnya, proses produksi keripik pisang di UMKM Keripik Bu Sum dilakukan secara manual menggunakan pisau dapur biasa.

Cara ini memakan waktu lama dan sering menghasilkan irisan pisang yang tidak seragam, sehingga kualitas produk kerap tidak konsisten.

Kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Menjawab tantangan itu, tim pengabdian merancang alat pemotong pisang yang lebih efisien, ergonomis, dan mudah digunakan. Desain alat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan operator di lapangan.

Dengan sistem pemotongan yang stabil dan dudukan bahan yang kokoh, alat ini memungkinkan pengguna menghasilkan irisan pisang dengan ketebalan seragam tanpa membutuhkan tenaga berlebih.

“Dulu kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memotong beberapa kilogram pisang. Sekarang, dalam waktu yang sama kami bisa memotong hampir dua kali lipat,” ujar Sumiyati, pemilik UMKM Keripik Bu Sum, saat ditemui di lokasi produksi.

Ia menambahkan, selain mempercepat proses kerja, alat ini juga mengurangi risiko luka pada tangan akibat penggunaan pisau manual.

Pada tahap uji coba pertama, tim sempat menemukan tantangan teknis berupa ketidaksejajaran posisi pisau yang membuat hasil potongan tidak rata.

Namun, setelah dilakukan penyesuaian pada dudukan bahan dan sudut pisau, hasil irisan menjadi lebih konsisten dan memenuhi standar ketebalan produk keripik yang diinginkan pasar.

Dengan performa yang semakin optimal, kapasitas produksi UMKM meningkat hingga 1,5 kali lipat dibandingkan metode sebelumnya.

Peningkatan ini berdampak langsung pada volume penjualan dan keuntungan usaha. Beberapa pembeli bahkan menilai kualitas keripik pisang Bu Sum kini lebih renyah dan tampak lebih menarik karena potongan yang seragam.

Menurut Wilarso, salah satu anggota tim dosen, kegiatan ini bukan sekadar pengabdian rutin, melainkan bagian dari upaya nyata universitas dalam menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dikembangkan di kampus benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM, selain itu ini merupakan kebanggaan sesuai dengan slogan UMCI sebagai kampus yang membawa kemanfaatan dan berdampak bagi lingkungan sekitar” ujarnya.

Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya pendekatan teknologi tepat guna dalam memberdayakan masyarakat desa.

Melalui teknologi yang mudah dipahami dan bisa dioperasikan secara mandiri oleh pelaku UMKM.

Dengan dukungan Kemendiktiristek, tim berharap inovasi ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, terutama di sentra-sentra produksi makanan olahan seperti singkong, talas, dan kelapa.

Inovasi alat pemotong pisang ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha kecil dapat menghasilkan solusi nyata bagi peningkatan daya saing industri lokal.

Ke depan, model inovasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat sektor agroindustri pedesaan dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis teknologi tepat guna. (***)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#Universitas Muhammadiyah Cileungsi #umkm #Desa Situsari