RADAR BOGOR - Polres Bogor, mengungkap akan menilang pengendara pelanggar lalulintas saat Operasi Zebra Lodaya 2025 melalui manual maupun ETLE.
Sebagai informasi, Operasi Zebra Lodaya dilakukan serentak mulai tanggal 17-30 November 2025.
Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi pelanggar lalu lintas, angka kecelakaan dan fatalitas korban lalu lintas.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto mengungkapkan, kegiatan operasi zebra kali ini dilakukan dengan konsep yang berbeda.
Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Mulai Cair Untuk 35 Juta KPM! Simak Penjelasan Lengkap tentang Kategori Penerima Bansos Lama dan Baru Hingga Alur Pencairannya
"Konsep daripada kegiatan Operasi Zebra Lodaya 2025 itu Polres Bogor menindaklanjuti kegiatan preemtif itu 40 persen, preventif 40 persen, dan represif 20 persen," kata Ardian kepada Radar Bogor, Senin 17 November 2025.
Kata dia, kegiatan preemtif diisi dengan sosialisasi kepada masyarakat perihal sasaran target operasi, tata tertib berkendara, dan kesadaran lalu lintas di jalan raya.
Lalu, untuk kegiatan preventif pihak Polres Bogor melakukan penjagaan lalu lintas dan kegiatan patroli pada ruas jalan yang sudah ditentukan.
Kemudian, kata dia, untuk kegiatan represif yakni penindakan pelanggaran sudah tergabung pada kegiatan patroli.
Baca Juga: KPM Bansos Catat! Wajib Penuhi Verifikasi Komitmen Agar Bantuan PKH Tidak Ditangguhkan
"Maka di dalam kegiatan patroli tersebut dilakukan penindakan juga penindakan atau kegiatan represif yang 20 persen tadi," jelas dia.
Iptu Ardian menyebut, kegiatan represif terbagi dalam dua komposisi yakni 95 persen menggunakan ETLE dan 5 persen melakukan tilang manual.
"Dikarenakan dibagi lagi breakdown lagi 20 persen kegiatan represif itu dengan 95 persen ETLE, 5 persen tilang manual," tutur dia.
Sehingga, kata dia, apabila pengendara ditemukan melanggar secara jelas oleh pihak kepolisian, Penindakan akan diberikan melalui tilang ETLE maupun manual.
"Makanya, kalau menemukan pelanggaran kasat mata maka langsung di ETLE atau langsung dilakukan penindakan. Jadi 20 persen nya langsung dilakukan secara bersamaan di sana," pungkasnya.(rp2)