Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pertanian Kopi Cikoneng, Sajian Kopi Khas Puncak Bogor Hingga Konservasi Alam di Lahan Milik Perhutani

Septi Nulawam Harahap • Selasa, 18 November 2025 | 22:05 WIB
Kelompok Tani Cikoneng Lestari di Desa Tugu Utara, Cisarua yang fokus dalam pengembangan Kopi Cikoneng khas Puncak.
Kelompok Tani Cikoneng Lestari di Desa Tugu Utara, Cisarua yang fokus dalam pengembangan Kopi Cikoneng khas Puncak.

RADAR BOGOR - Kopi bukan hanya biji yang dihaluskan menjadi sajian minuman berwarna hitam, tapi juga kopi menjadi sumber kehidupan bagi petani.

Seperti petani kopi di Kampung Cikoneng, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Di balik hamparan luas perkebunan teh Ciliwung, pohon-pohon kopi tumbuh subur di lahan kawasan Perhutani.

Pagi itu pukul 10.00 WIB, Maman beranjak menuju kebun kopi miliknya di Kampung Cikoneng, Desa Tugu Utara.

Selepas bertugas sebagai buruh petik teh PT Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP), mengelola kebun kopi menjadi rutinitasnya sejak 2018 silam.

"Awalnya hanya 5 (lima) orang, sekarang sudah ada sekitar 50 orang yang menggarap lahan Perhutani untuk perkebunan kopi," ungkap Maman kepada Radar Bogor, Selasa 18 November 2025.

Melalui Kelompok Tani Cikoneng Lestari, ia bersama buruh petik teh lainnya mendapat Perjanjian Kerja Sama (PKS) kegiatan pertanian di lahan Perhutani.

Dari sana lah kelompok yang dinakhodai Maman itu mulai menanam pohon kopi di tengah-tengah kawasan hutan hingga seluas 60 hektare.

Mulai dari proses penanaman benih, pemupukan, hingga panen menjadi pengalaman bernilai para petani kopi di Kampung Cikoneng.

Proses pengolahan kopi pun dilakukan sendiri mulai dari pemisahan biji, pengupasan kulit, hingga proses roasting yang kemudian siap diseduh dan dihidangkan.

"Awalnya hanya dipasarkan untuk kedai-kedai kopi di wilayah Bogor dan juga untuk kebutuhan pabrik. Sekarang bersyukur sudah sampai ke luar negeri," tutur Maman.

Seiring waktu, banyak pihak yang mendukung kegiatan perkebunan kopi yang dikenal Kopi Cikoneng tersebut.

Mulai dari instansi pemerintahan hingga PT. Astra Internasional Tbk.

Menurut Maman, Astra berperan besar dalam perkembangan Kopi Cikoneng sejak tahun 2022.

Para petani mendapat pembinaan mulai dari proses pemetikan, pasca panen, hingga pemasaran.

"Banyak perubahan. Dulu petani banyak yang kurang modal, kemudian dibantu pemodalan hingga pemupukan. Yang awalnya pakai pupuk kimia sekarang organik," tuturnya.

Tidak hanya itu, perubahan besar juga terjadi pada omzet para petani Kopi Cikoneng.

Rata-rata, mereka mampu meraup Rp 30 - 40 juta pertahun dari hasil penjualan kopi.

Jumlah itu, masih Maman, tentu membantu terwujudnya kesejahteraan petani Kopi Cikoneng, disamping bekerja sebagai buruh petik teh.

Meski demikian, pemaknaannya terhadap kopi bukan hanya diukur dalam nilai di pasar.

Lebih dari pada itu, menanam pohon kopi juga berperan besar dalam penanggulangan bencana. Terutama di kawasan hulu DAS Ciliwung.

"Kami juga ingin terlibat dalam konservasi alam, bagaimana pohon yang kami tanam bisa mencegah bencana di kemudian hari," kata Maman.

Ke depan, Maman bersama Kelompok Tani Cikoneng Lestari berencana melebarkan sayap ke sektor pariwisata.

Dengan mengusung konsep agro eduwisata, masyarakat dapat menikmati sajian kopi khas Puncak langsung di Kampung Cikoneng, Cisarua.

Keberkahan ini diamini Kepala Desa Tugu Utara, Cisarua, Asep Ma'mun.

Ia turut berbangga dengan hasil jerih payah warganya yang mengembangkan Kopi Cikoneng.

"Tentu dengan adanya Kopi Cikoneng, dapat membawa nama desa kami lebih dikenal. Selain peningkatan kesejahteraan warga dari hasil menanam kopi mulai terlihat," tandasnya.(cok)

Editor : Alpin.
#perhutani #puncak bogor #kebun kopi #kopi