Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keributan Pedagang Kaki Lima dengan Ormas di Cileungsi Bogor Berujung Pembacokan, Kapolsek Beberkan Kronologinya

Muhammad Ali • Kamis, 20 November 2025 | 16:19 WIB
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis 11 September 2025.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis 11 September 2025.

RADAR BOGOR — Keributan antara pedagang kaki lima (PKL) dan anggota ormas di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berakhir dengan aksi pembacokan yang menyebabkan tiga orang terluka.

Peristiwa yang terjadi pada, Rabu 19 November 2025 malam, ini dipicu masalah lama antara seorang pedagang pecel ayam dan seorang anggota Ormas, yang kerap meresahkan warga sekitar.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengungkap kronologi keributan antara PKL dan angora Ormas tersebut.

Edison menjelaskan, malam itu terjadi perselisihan antara tukang pecel ayam bernama WH dengan seorang pemuda berinisial UM, yang diketahui menjual kopi di lokasi yang sama.

“Pemicu keributan bukan soal persaingan dagang. Mereka beda jualan. Masalahnya karena korban ini sering membuat ulah," terang Kapolsek.

"Suka minum, mengusir orang yang makan di warung pecel ayam, merusak tempat jualan. Kadang mecahin kaca gerobak, menaruh ayam yang mengotori gerobak, sampai memotong bambu,” katanya kepada Radar Bogor, Kamis 20 November 2025.

Tindakan UM yang diduga sudah berlangsung lama membuat pelaku geram.

Puncaknya terjadi malam tadi saat UM, dalam kondisi mabuk, melintas di depan warung Wahyudi dan memicu cekcok.

Dalam kondisi emosi memuncak, WH kemudian mengambil kampak dan mengarahkan ke UM hingga menyebabkan luka.

Salah satu pemilik warung lain yang tergabung dalam Ormas dan mencoba membantu juga ikut terkena hantaman secara spontan.

“Total korban ada tiga. Ada yang sudah pulang, ada yang masih dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Polisi yang tiba di lokasi menemukan area kejadian sudah dipenuhi anggota ormas dan warga.

Wahyudi langsung menyerahkan diri, sementara kampak yang digunakan dalam aksi tersebut diamankan untuk mencegah situasi makin panas.

“Kami juga mengamankan dua orang lainnya, termasuk keponakan pelaku yang awalnya memegang korban karena takut. Tapi justru ikut dipukul pelaku,” ujarnya.

Sementara tiga korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit RH Satibi Cileungsi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga saat ini, Polsek Cileungsi masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan pihak-pihak yang terlibat keributan.(cr1)

Editor : Alpin.
#keributan #pedagang #Polsek Cileungsi #ormas #pembacokan