Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Marak Kasus Penculikan Anak, KPAD Kabupaten Bogor Imbau Orang Tua Tingkatkan Kewaspadaan 

Muhammad Ali • Jumat, 21 November 2025 | 12:54 WIB
Ketua KPAD Kabupaten Bogor Asep Saepudin mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kasus penculikan anak.
Ketua KPAD Kabupaten Bogor Asep Saepudin mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kasus penculikan anak.

RADAR BOGOR – Lonjakan pemberitaan mengenai dugaan penculikan anak dalam beberapa pekan terakhir memicu kecemasan di kalangan orang tua.

Menyikapi situasi maraknya penculikan anak tersebut, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan memperkuat pengawasan terhadap anak.

Komisioner KPAD Kabupaten Bogor yang juga Direktur PKG-P3A Visi Nusantara Maju, Asep Saepudin, menegaskan bahwa ancaman penculikan anak merupakan sesuatu yang nyata dan bisa terjadi kapan saja ketika pelaku melihat kesempatan.

“Ini bukan cerita fiksi. Ia nyata dan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dalam situasi apa pun,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 21 November 2025.

Meski begitu, Asep mengingatkan bahwa orang tua tidak perlu hidup dalam ketakutan. Yang dibutuhkan adalah kewaspadaan yang sehat, pemahaman risiko, serta kemampuan membekali anak dengan keterampilan keamanan diri.

“Kita tidak bisa mengendalikan setiap ancaman, tapi kita bisa mengurangi peluang terjadinya melalui edukasi dan kebiasaan harian,” jelasnya.

Asep menjelaskan bahwa banyak kasus penculikan anak terjadi bukan secara mendadak, tetapi karena kurangnya kesiapsiagaan.

Misalnya, anak mudah diajak orang asing, tidak tahu cara meminta pertolongan, atau orang tua tidak memperhatikan perubahan lingkungan sekitar.

Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama dalam membentuk perilaku aman pada anak. “Keterampilan menjaga diri bukan bentuk ketakutan, tetapi kemandirian yang akan berguna sepanjang hidup,” tegasnya.

Ia meminta orang tua mengajarkan aturan dasar berinteraksi dengan orang asing secara lebih konkret.

Seperti tidak ikut dengan orang yang tidak dikenal meski mengaku disuruh orang tua, tidak menerima hadiah, uang, atau tumpangan dari orang asing, segera mencari tempat ramai atau petugas resmi jika merasa tidak aman.

Selain itu, Asep menyarankan penggunaan kata sandi keluarga untuk mencegah modus orang yang berpura-pura menjemput anak.

Lokasi seperti parkiran sekolah, jalan menuju rumah, dan keramaian publik merupakan area yang kerap dimanfaatkan pelaku. Karena itu, orang tua dianjurkan meningkatkan pengawasan, terutama pada jam ramai.

Orang tua juga perlu mengenali rutinitas anak mulai dari rute pergi-pulang, teman bermain, hingga siapa yang menjemput. Perubahan mendadak tanpa alasan jelas harus menjadi sinyal kewaspadaan.

Asep menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga. Anak perlu terbiasa memberi tahu ke mana pergi, dengan siapa, dan kapan pulang.

Teknologi seperti fitur share location dapat membantu, tetapi tidak boleh menggantikan dialog dan kepercayaan.

“Bangun suasana di mana anak merasa aman bercerita apa pun. Anak yang takut dimarahi cenderung menyembunyikan kejadian berbahaya,” katanya.

Ia juga mendorong orang tua mengajarkan anak untuk berteriak meminta bantuan dengan kalimat jelas seperti ini bukan orang tua saya atau Tolong bila dalam situasi bahaya.

Selain itu, anak perlu mengetahui titik aman di sekitar rumah atau sekolah, seperti warung terdekat, pos keamanan, rumah tetangga yang dipercaya, atau tempat ramai.

Asep menegaskan bahwa pencegahan lebih baik daripada penanganan setelah kejadian. Lingkungan yang proaktif menjaga anak dapat menekan potensi terjadinya penculikan.

“Orang tua bukan dituntut untuk menjadi paranoid, tetapi proaktif mengajarkan aturan keamanan dasar dan menciptakan lingkungan yang saling menjaga,” tutupnya.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak dari berbagai bentuk ancaman. Anak terlindungi, Indonesia maju,” pungkasnya. (cr1)

Barisan gelandang AC Milan dan Inter Milan.
Barisan gelandang AC Milan dan Inter Milan.
Gambaran skuad AC Milan yang disiapkan untuk menghadapi Inter Milan.
Gambaran skuad AC Milan yang disiapkan untuk menghadapi Inter Milan.
Editor : Yosep Awaludin
#penculikan anak #KPAD kabupaten bogor #orang tua