RADAR BOGOR — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk - SIG membantu pengembangan usaha 50 anggota kelompok dampingan Sahabat Perempuan Kepala Keluarga Berdaya (SARtiKA Berdaya).
Langkah tersebut dilakukan sebagai komitmen Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.
Dengan bantuan tersebut diharapkan bisa membantu kelompok dampingan untuk memperluas skala usaha, meningkatkan kualitas produk hasil karya anggota, hingga memperluas wilayah pemasaran.
SARtiKA Berdaya merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong yang ditujukan untuk kelompok perempuan terutama janda dengan peran sebagai kepala keluarga yang menjadi korban atau berpotensi menjadi korban bank emok (rentenir).
Lewat program tersebut, perusahaan berupaya memberikan dampak positif dengan berbagai macam bentuk dukungan, seperti bantuan pendanaan dan pelatihan-pelatihan usaha untuk membantu perekonomian secara berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
General Affairs and Community Relations Manager Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong, Nur Lailiyah menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya keberlanjutan Perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar area operasional. Hal tersebut juga sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal melalui kolaborasi aktif bersama pemerintah desa, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan dukungan materi, tetapi juga mampu menjalankan usaha yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi keluarga,” ujar Nur Lailiyah dalam keterangannya.
Tak hanya bantuan secara langsung, seluruh kelompok dampingan juga mendapat berbagai program lanjutan seperti pelatihan manajemen usaha, penguatan kapasitas produksi, edukasi literasi keuangan, serta memberikan dukungan dalam aspek psikososial untuk memberikan pendampingan konseling.
Nur Lailiyah meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi harus dimulai dari penguatan kelompok masyarakat agar mereka mampu untuk memiliki daya juang secara psikologis dan sosial.
"SARtiKA Berdaya adalah salah satu contoh dari beberapa kelompok dampingan yang mampu berkembang dan menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam membangun usaha berbasis potensi lokal," jelas wanita yang disapa Laily tersebut.
Sementara itu salah satu anggota kelompok dampingan SARtiKA Berdaya yang juga mengelola Kedai Adelia, Luti mengapresiasi dukungan yang sudah diberikan oleh perusahaan selama ini.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk anggota yang sedang merintis dan mengembangkan usaha, dukungan Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga membuka jalan bagi kami untuk meningkatkan kualitas usaha dan menjadi lebih mandiri," ujar Luti.
Saat ini terdapat 80 UMKM anggota SARtiKA Berdaya perlahan tumbuh menjadi usaha yang semakin mandiri dengan peningkatan omset dan produktivitas harian rata-rata sebesar 50 persen hingga terbentuknya jaringan pemasaran baru di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang memperluas peluang ekonomi kelompok dan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata yang berkelanjutan.
Editor : Eka Rahmawati