Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lawan Jumlah Penduduk Terbesar, Bogor Buktikan Mampu Tekan Angka Kemiskinan hingga 6,25 Persen, Lebih Rendah dari Jawa Barat dan Nasional

Robecca Sesaria • Jumat, 21 November 2025 | 21:10 WIB
Rudy Susmanto memberikan santunan JKM kepada beberapa warga Bogor
Rudy Susmanto memberikan santunan JKM kepada beberapa warga Bogor

RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah berhasil mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang sangat signifikan pada tahun 2025, di wilayah Jawa Barat.

Angka kemiskinan di Kabupaten Bogor kini berada di posisi 6,25 persen saja. Capaian ini secara signifikan lebih rendah apabila dibandingkan dengan persentase kemiskinan rata-rata Provinsi Jawa Barat yang mencapai 7,46 persen, maupun rata-rata Nasional sebesar 9,63 persen.

Kepala Bappedalitbang Bambam Setia Aji, menjelaskan, bahwa secara historis, Kabupaten Bogor selalu memiliki angka kemiskinan tertinggi di Jawa Barat, sejalan dengan jumlah total penduduknya yang diperkirakan melebihi 6 juta jiwa.

Meskipun jumlah penduduk miskin di Bogor masih terbilang besar, mencapai 446.790 orang, Bambam menggarisbawahi bahwa secara rasio, kemiskinan di Bogor justru lebih rendah dibandingkan rata-rata baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bogor menunjukkan dampak nyata dari program Pemkab.

Terbukti dengan keluarnya sekitar 120 ribu orang dari zona kemiskinan dalam lima tahun terakhir (rata-rata 24 ribu orang per tahun).

Bambam Setia Aji menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp700 Miliar pada tahun 2025 melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan.

Kontributor utama program tersebut meliputi perbaikan 3.406 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang ditargetkan pada 2025, serta program-program lain seperti penyediaan hunian tetap pasca-bencana dan pemberdayaan ekonomi mikro.

Melihat hasil positif ini, Pemkab Bogor sangat optimistis. Bambam menyatakan bahwa upaya pembangunan fisik dan pemberdayaan sosial yang berkelanjutan akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai komitmen besar ke depan, Bupati Bogor bahkan menganggarkan Rp1 Triliun pada tahun 2026 untuk menjamin 100% Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh masyarakat.

Meskipun demikian, Pemkab menyadari adanya tantangan serius, terutama karena besarnya jumlah penduduk (6 juta jiwa) dan risiko bencana alam yang tinggi.

Bambam Setia Aji menegaskan bahwa untuk mengentaskan kemiskinan di kabupaten berpenduduk terbesar ini, kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat agar penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara efektif dan menyeluruh.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#angka kemiskinan #bogor #jawa barat