RADAR BOGOR - Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, Prof. Dr. Ir. Naresworo Nugroho, menilai gagasan Pemkab Bogor membangun Satu Kecamatan Satu Hutan Kota merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan ekologis wilayah.
Program Satu Kecamatan Satu Hutan Kota tersebut dinilai relevan dengan tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang terus meningkat.
Prof. Naresworo menjelaskan bahwa secara akademis, hutan kota telah terbukti memberikan banyak manfaat ekologis dan sosial.
“Hutan kota berkontribusi signifikan dalam menurunkan suhu udara, meningkatkan kualitas udara, mengurangi limpasan permukaan, meningkatkan kualitas habitat dan kelimpahan biodiversitas, serta memperbaiki kesehatan mental dan fisik masyarakat,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 29 November 2025.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan prinsip nature-based solutions serta mendukung pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan.
Ia menilai kebijakan tersebut bukan hanya relevan secara ekologis, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Secara profesional, Prof. Naresworo menekankan bahwa keberhasilan program hutan kota sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci.
Mulai dari desain ruang hijau yang sesuai karakteristik ekologis lokal, tata kelola kelembagaan, hingga partisipasi publik.
“Desain yang tepat, tata kelola kelembagaan yang kuat, serta pelibatan masyarakat dan perguruan tinggi dalam perencanaan, monitoring, dan pemeliharaan sangat menentukan keberhasilan program ini,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan Agroforestri, yang sejalan dengan program Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan. Menurutnya, pola agroforestri dapat diterapkan sebagai model dalam pembangunan hutan kota.
“Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat,” jelasnya.
Prof. Naresworo menekankan bahwa pemerintah daerah perlu menyiapkan perencanaan jangka panjang yang matang.
Hal itu mencakup pemilihan spesies lokal, sistem drainase yang mendukung, pendanaan berkelanjutan, hingga integrasi dengan rencana tata ruang daerah.
“Dengan pendekatan ilmiah yang tepat dan sinergi multipihak, program ini berpotensi menjadi model nasional pembangunan ruang hijau perkotaan yang inklusif, adaptif, dan berdaya guna tinggi,” tutupnya.
Program Satu Kecamatan Satu Hutan Kota ini dinilai sebagai momentum penting bagi Kabupaten Bogor untuk memperluas ruang hijau dan memperkuat fungsi ekologis wilayah di tengah perkembangan kawasan yang semakin pesat. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin