RADAR BOGOR - Rusaknya pintu air di Kali Cibunar menjadi faktor penyebab banjir di kawasan Perumnas 1 Parungpanjang, Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Untuk diketahui, banjir melanda puluhan rumah di kawasan Perumnas 1 Parungpanjang pada Minggu, 30 November 2025 hujan deras di wilayah tersebut.
Kepala Desa Cibunar, Sarjono mengatakan, rusaknya pintu air Kali Cibunar menyebabkan sejumlah wilayahnya menjadi langganan banjir. Terutama di kawasan Perumnas 1 Parungpanjang.
"Memang Desa Cibunar itu desa yang paling hulu di Kecamatan Parungpanjang, setiap hujan deras pasti banjir karena pintu air ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 1 Desember 2025.
Jika kali Cibunar meluap, kata dia, maka itu berdampak pada desa lain seperti Desa Parungpanjang, Kabasiran, Lumpang, Jagabaya, hingga Desa Gorowong.
Menurut Sarjono, pintu air Kali Cibunar berperan penting dalam mengendalikan volume air ke wilayah-wilayah tersebut.
"Kalau memang pintunya bisa diperbaiki atau dikembalikan semula pakai pintu, itu mungkin 90 persen tidak akan banjir," tegasnya.
Saat ini, masih Sarjono, pintu air tersebut hanya bisa difungsikan secara manual. Dan saat ini tidak bisa dilakukan meskipun telah ditempatkan petugas.
Untuk itu, ia meminta Pemkab Bogor melalui Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan terhadap pintu air Kali Cibunar.
"Pintu air ini sudah ada dari jaman Belanda, selama ini tidak berfungsi dengan baik. Namun kami berharap pintunya bisa kembali ke semula," harapnya.
Untuk diinformasikan, wilayah Perumnas 1 Parungpanjang, Desa Cibunar, Parungpanjang terendam banjir pada Minggu, 30 November 2025 sore.
Banjir setinggi 60 - 100 cm itu merendam sekitar 60 rumah warga.
Ketua RW 06 Desa Cibunar, Saeful Anwar menuturkan, banjir ini bukan merupakan yang pertama kalinya terjadi di kawasan tersebut.
"Kemungkinan banjir juga disebabkan pendangkalan Kali Cibunar yang sudah hampir 30 tahun tidak dikeruk. Ditambah area persawahan sekarang berkurang karena sudah banyak perumahan," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.