RADAR BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, mengantisipasi terjadinya bencana alam saat memasuki cuaca ekstrem di penghujung tahun 2025.
Pasalnya, berdasarkan data yang diterima sepanjang bulan Januari-November 2025 sebanyak 1.652 bencana alam terjadi di Kabupaten Bogor.
Bencana alam yang terjadi meliputi bencana alam tanah longsor sebanyak 536 kejadian, banjir 151, kebakaran hutan dan lahan 3, angin kencang 818, kekeringan 11, pergerakan tanah 60, gempa bumi 26, non alam 47.
Kata dia, agar hal itu tidak terjadi kembali maka yang harus dilakukan yakni penertiban bangunan
"Memang harusnya dilakukan penertiban bangunan dulu kaitan dengan lahan pengkondisian contohnya misalkan izin bangunannya maksudnya dalam yang dibangun itu area siapa dan sebagainya. Kebanyakan kan pasti ada tanah-tanah perhutani, PTPN dan sebagainya," terang dia.
Kemudian, kata dia, mengembalikan fungsi alam yang telah dirubah menjadi bangunan harus dikembalikan sebagai fungsi hutan.
Karena, kata dia, apa yang terjadi dibeberapa wilayah seperti Sumatra dan sebagainya karna akibat dampak yang berkepanjangan.
"Makanya mulai dari hari ini kita harus cermat kedepannya seperti apa yang kita lakukan. Dampaknya bukan hanya sehari dua hari atau setahun dua tahun mungkin beberapa tahun kemudian itu yang harus kita cermati pada hari ini," tegas dia.
"Jadi kaitan dengan Puncak ada penertiban dan sebagainya untuk hari ini dengan baik dalam lebih baik dari hari hari sebelumnya itu yang nanti untuk kaitan dengan tanah longsor, banjir apalagi kita juga sama-sama tahu beberapa bulan mungkin di Puncak sendiri ada kejadian banjir bandang dan sebagainya nah itu yang harus bener bener diperhatikan oleh baik dari kami BPBD atau pun dari masyarakat sendiri," tambah dia.
Begitupun, kata dia, untuk pencegahan terjadinya bencana banjir akibat kurangnya resapan air di hulu dan Daerah Aliran Sungai (DAS), pihaknya telah melakukan penanaman pohon bersama pihak-pihak terkait.
"Nah jadi kaitan dengan bencana tidak bisa dilakukan satu sektor harus semuanya bersinergi berkolaborasi bersama sama kita melakukan upaya pencegahan dalam menanggapi bencana," papar dia.
Dia juga menghimbau kepada masyarakat, memasuki cuaca ekstrem saat ini harus bisa menjaga diri apabila diluar rumah.
"Ketika berpergian lalu ada hujan yang memang lebat sebaiknya berhenti. Hindari dibawah pohon. Cari tempat yang aman. Diharapkan kepada masyarakat tetap jaga lingkungan kita supaya lingkungan menjaga kita. Kita jaga alam alam jaga kita," pungkasnya.(abl)