Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menyeruput Kopi Ki Demang, Cerita di Balik Lereng Gunung Batu Desa Sukaharja Sukamakmur Bogor

Muhammad Ali • Sabtu, 6 Desember 2025 | 14:09 WIB
Pantauan udara Radar Bogor di Kedai Kopi Ki Demang, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukaharja, Kabupaten Bogor.
Pantauan udara Radar Bogor di Kedai Kopi Ki Demang, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukaharja, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Udara sejuk langsung menyapa setiap pengunjung yang melangkah masuk ke kawasan Kedai Kopi Ki Demang. Aroma kopi yang baru diseduh berpadu dengan hamparan kebun kopi dan pemendangan Gunung Batu, menciptakan suasana pedesaan yang hangat dan jauh dari kebisingan kota.

Kedai Kopi Ki Demang bukan sekadar tempat menikmati kopi, ia lahir dari tanah, kerja keras para petani, dan mimpi besar masyarakat Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Berdiri sejak 2018, kedai ini berada di atas lahan dua hektare.

Sekitar 4.000 meter persegi menjadi area kedai yang mampu menampung ratusan pengunjung, sementara 5.000 meter persegi lainnya ditanami 400 pohon kopi yang tumbuh tepat di Lereng Gunung Batu.

Kebun kopi itu bukan hanya lahan produksi, tetapi juga kebun etalase, pengunjung dapat melihat secara langsung perjalanan kopi dari hulu ke hilir, mulai dari perawatan pohon, proses pemetikan, pengolahan, hingga akhirnya tersaji menjadi minuman hangat di cangkir mereka. Setiap langkah seolah mengingatkan bahwa secangkir kopi punya perjalanan panjang sebelum hadir di meja.

Di balik perjalanan itu ada sosok Andika Aditisna, pemilik kedai sekaligus ketua kelompok tani Desa Sukaharja. Kecintaannya pada kopi lokal mendorongnya menghadirkan ruang yang memperkenalkan kopi Bogor kepada masyarakat luas.

“Usaha kafenya dimulai tahun 2018 dengan fasilitas yang terbatas, kita ingin mengolah kopi sendiri sampai bisa dinikmati oleh khalayak umum,” ujar Andika kepada Radar Bogor, Jumat 5 Desember 2025.

Terletak di dataran menengah, di bawah 675 mdpl, robusta menjadi varietas unggulan Ki Demang. Semua kopi yang disajikan berasal dari kebun sendiri, proses penanaman, pemetikan, pengolahan, hingga penyajian dilakukan secara mandiri tanpa mengambil pasokan dari luar.

“Dari awal kita ingin kopi kita diolah sendiri dan bisa dinikmati masyarakat, kita bangga kopi Sukamakmur bisa dikenal,” tambahnya.

Andika menjelaskan bahwa kapasitas produksi saat ini sudah mencukupi kebutuhan kedai maupun permintaan mitra yang selama ini bekerja sama. Di Ki Demang, kopi yang digunakan merupakan grade A, sehingga proses sortir dilakukan lebih ketat.

Sementara hasil panen yang tidak masuk kategori grade A dijual sebagai kopi asalan ke pabrik besar atau pembeli lainnya. Menurut Andika, kondisi tersebut sudah sangat memadai untuk kebutuhan produksi kedai.

Lebih jauh, ia bercerita bahwa tanaman kopi di wilayah Sukamakmur telah ada sejak masa kolonial. Penyebarannya terjadi secara alami, bukan hanya oleh manusia, tetapi juga hewan seperti luwak dan burung. Kopi pun menjadi bagian dari lanskap dan sejarah desa sejak lama.

Bagi Andika dan kelompok tani, kopi bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga soal pemberdayaan. Kehadiran kedai ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar, mulai dari petani hingga barista.

“Hampir semua pegawai orang sini asli, tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, gak semua anak petani mau jadi petani, jadi kita kasih pilihan pekerjaan di sekitar kopi,” jelasnya.

Meski kedai terus berkembang, Andika tidak berencana membuka cabang di luar Sukamakmur. Baginya, wilayah ini merupakan rumah sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga.

Pengembangan ke depan bukan memperluas kedai, melainkan memperkaya fasilitas edukatif. Ia berencana menghadirkan mini farmer dan etalase pembelajaran budidaya kopi agar pengunjung dapat mengenal perjalanan kopi lebih dekat, mulai dari biji hingga cangkir.

Bagi banyak pengunjung, Ki Demang adalah ruang jeda dari rutinitas, hamparan Gunung Batu, kebun kopi yang hijau, serta udara pedesaan yang sejuk menjadi alasan mereka kembali.

“Rata-rata pengunjung ke sini untuk ngadem, healing, lihat suasana yang berbeda dari kota,” tutup Andika.

Dan benar saja, duduk di teras kedai sambil menyeruput robusta hasil kebun sendiri, ditemani pemandangan alam yang tenang, menghadirkan sensasi seperti pulang ke tempat yang damai.

Kedai Kopi Ki Demang bukan sekadar kedai, ia adalah etalase kebanggaan Sukamakmur tentang kopi, tentang petani, dan tentang mimpi yang diseduh perlahan, tetapi pasti. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Desa Sukaharja #Sukamakmur #Ki Demang #kopi