RADAR BOGOR – Kopi Ki Demang di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor mulai dilirik sebagai lokasi wisata edukasi kopi. Meski masih dalam tahap pengembangan, sejumlah pengunjung dari luar daerah hingga mancanegara sudah datang untuk melihat langsung proses pengolahan kopi di lereng Gunung Batu.
Pemilik Kedai Kopi Ki Demang, Andika Aditisna, mengatakan bahwa kegiatan edukasi kopi sejauh ini masih berjalan secara sederhana. Pengunjung yang datang umumnya berasal dari Bogor dan Jakarta, terutama mereka yang bergerak di bidang usaha kopi.
“Untuk sementara ini baru tamu-tamu dari sekitar Bogor atau Jakarta, mereka datang ingin lihat kopi seperti apa dan proses pengolahannya,” ujar Andika, Jumat, 5 Desember 2025.
Andika menjelaskan, sebenarnya telah memiliki Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Namun, fasilitas tersebut belum difokuskan sepenuhnya sebagai wisata edukasi karena masih memerlukan pembenahan, kendala lainnya musim kopi yang tidak berlangsung sepanjang tahun.
“Kadang ada musim-musim tertentu yang nggak ada kopinya, sehingga daya tariknya kurang, kita sedang cari solusi supaya di luar musim kopi tetap ada kegiatan yang bisa dilihat pengunjung,” jelasnya.
Meski wisata edukasi masih berkembang, kiprah Kopi Ki Demang justru sudah melangkah hingga ke Eropa. Pada 2019, Ki Demang mengikuti Amsterdam Coffee Festival selama tiga hari bersama kelompok tani dan pelaku usaha kopi Indonesia lainnya.
Tak disangka, sambutan masyarakat Belanda sangat besar, kopi robusta Ki Demang habis terjual hanya dalam dua hari, jauh lebih cepat dari prediksi. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kopi dari kaki Gunung Batu memiliki daya tarik kuat di pasar internasional.
Belum lama ini, dua wisatawan asal Jepang juga datang khusus untuk melihat proses kopi di Sukamakmur. Mereka datang melalui seorang rekan Andika yang juga bergerak di bidang kopi.
“Kemarin ada teman yang bawa wisatawan dari Jepang, karena mereka tinggal di Bogor, kebun di sini yang paling dekat, jadi dia ajak dua orang ke sini,” kata Andika.
Para wisatawan biasanya diajak melihat kebun kopi terlebih dahulu, yang lokasinya hanya beberapa langkah dari kedai. Setelah itu, mereka menuju rumah produksi untuk menyaksikan proses pengolahan kopi mulai dari pascapanen hingga siap menjadi bubuk kopi.
“Iya, habis dari kebun biasanya langsung mampir ke sini, kebunnya juga terasnya di sini, prosesinya ada di rumah,” pungkasnya.
Andika berharap pengembangan wisata edukasi kopi ke depan dapat berjalan lebih optimal sehingga Ki Demang mampu menjadi pusat pembelajaran kopi bagi masyarakat luas. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati