RADAR BOGOR – Kehadiran Kedai Kopi Ki Demang di Lereng Gunung Batu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor tak hanya menjadi ruang bagi para penikmat kopi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi pemuda setempat.
Salah satunya dirasakan oleh Yati Oktavia (24), warga asli Gunung Batu, yang sudah bekerja di kedai tersebut selama satu tahun setengah.
Yati bekerja sebagai waiter setelah diajak langsung oleh istri pemilik kedai, Andika Aditisna. Ia mengaku kesempatan itu sangat berarti, terutama bagi pemuda desa yang membutuhkan pekerjaan di sekitar lingkungan mereka.
“Mungkin ini rezeki, soalnya diajak kerja lumayan buat jajan, malahan suka ngedoain semoga kafenya lancar terus, biar kita tetap bisa kerja di sini,” ujar Yati kepada Radar Bogor, Jumat 5 Desember 2025.
Selama bekerja, Yati merasakan suasana kekeluargaan yang kuat di antara para pegawai. Meski ada rasa capek saat kedai sedang penuh, ia menyebut semua suka duka dijalani bersama.
Ia mengatakan Kedai Kopi Ki Demang buka setiap hari mulai pukul 09.00–21.00 WIB untuk hari biasa, serta 09.00–22.00 WIB pada akhir pekan. Menurut Yati, kunjungan tertinggi terjadi pada Sabtu dan Minggu, meski pada hari biasa tetap ada pengunjung yang datang.
Salah satu kesan yang paling berharga bagi Yati selama bekerja di Ki Demang yakni bagaimana tempat itu membantu dirinya mengalihkan pikiran dari berbagai beban hidup.
“Kesannya, mungkin yang awalnya kalau di rumah itu suka ada pikiran, dibawa ke sini jadi hilang,” imbuhnya.
Bagi Yati dan pemuda lain di Sukaharja, Ki Demang bukan hanya kedai kopi, tetapi peluang untuk tumbuh, belajar, dan mendapatkan penghasilan tanpa harus merantau jauh dari kampung halaman.
Pemilik Kedai Kopi Ki Demang sekaligus ketua kelompok tani Desa Sukaharja, Andika Aditisna mengatakan kopi bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga soal pemberdayaan. Kehadiran kedai ini membuka peluang kerja bagi warga sekitar, mulai dari petani hingga barista.
“Hampir semua pegawai orang sini asli, tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, gak semua anak petani mau jadi petani, jadi kita kasih pilihan pekerjaan di sekitar kopi,” bebernya.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati