Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rawan dan Berbahaya, Penumpang TransJabodetabek P11 Minta Pemkab Bogor Bangun Halte di Pintu Tol Citeureup

Muhammad Ali • Selasa, 9 Desember 2025 | 10:11 WIB
Penumpang TransJabodetabek P11 di bahu jalan Pintu Tol Citeureup saat hendak naik bus tanpa adanya halte resmi, Selasa 9 Desember 2025.
Penumpang TransJabodetabek P11 di bahu jalan Pintu Tol Citeureup saat hendak naik bus tanpa adanya halte resmi, Selasa 9 Desember 2025.

RADAR BOGOR – Penumpang TransJabodetabek P11 (Bogor-Blok M) meminta Pemkab Bogor membangun halte di Pintu Tol Citeureup.

Ketiadaan halte di lokasi itu, membuat penumpang TransJabodetabek P11 terpaksa menunggu bus di bahu jalan, tepat setelah gerbang tol, sehingga rawan dan jauh dari standar kenyamanan.

Padahal, rute TransJabodetabek P11 Bogor-Jakarta merupakan program kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat yang telah menjadi andalan ribuan komuter sejak pertengahan 2025.

Di lapangan, fasilitas dasar seperti halte justru tak tersedia. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai komitmen Pemkab Bogor yang diharapkan dapat mendukung infrastruktur penunjang layanan transportasi lintas daerah tersebut.

Affifah, salah satu penumpang setia P11, mengaku setiap hari harus menunggu bus tanpa tempat berteduh, bahkan sering berdiri hingga duduk di trotoar pinggir jalan.

“Tiap hari nunggu bus di sini. Perlu banget ada halte, apalagi kalau tiba-tiba hujan atau panas. Jadi nggak ada tempat berteduh,” keluhnya kepada Radar Bogor, Selasa 9 Desember 2025.

Ia menyebut penumpang kerap antre sejak pukul 07.00 -08.00 WIB, bahkan hingga siang hari. Kondisi ini memunculkan kritik dari warga.

Padahal keberadaan halte merupakan kebutuhan mendesak untuk mendukung layanan yang sudah difasilitasi Pemprov DKI dan Pemprov Jabar.

Warga berharap Pemkab Bogor segera mengambil peran dengan menyediakan halte yang aman dan layak agar komuter tidak terus-menerus menunggu bus TransJabodetabek P11 di bahu jalan yang membahayakan keselamatan.

Affifah menambahkan, ketiadaan halte membuat penumpang kerap berada dalam kondisi yang tidak manusiawi. “Jadi berdiri aja lama nunggu, kadang kepanasan atau kehujanan,” ujarnya.

Desakan agar Pemkab Bogor segera turun tangan semakin menguat, mengingat keberadaan halte tersebut bukan lagi sekadar soal kenyamanan, melainkan soal keselamatan dan tanggung jawab pelayanan publik. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#transjabodetabek P11 #pemkab bogor #halte