RADAR BOGOR – Ketiadaan halte di kawasan Exit Tol Citeureup terus menjadi keluhan warga yang setiap hari bergantung pada transportasi umum TransJabodetabek P11.
Penumpang harus menunggu bus TransJabodetabek P11 di bahu jalan tanpa tempat berteduh, sehingga berada dalam kondisi yang tidak nyaman dan tidak aman.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil 1, Ahmad Yaudin Sogir, mengatakan aspirasi mengenai kebutuhan halte TransJabodetabek P11 yang disampaikan warga Citeureup dan Cibinong akan diperjuangkan.
“Banyak warga yang mengeluh karena setiap pagi saat menunggu bus harus kehujanan, kepanasan, dan bahkan terpaksa berdiri hingga duduk di trotoar,” ujar Politisi PKB dari Dapil 1 itu Selasa 9 Desember 2025.
Situasi ini semakin memprihatinkan setiap pagi ketika para komuter harus menunggu bus sambil terpapar hujan atau panas.
Tak jarang, mereka terpaksa duduk di trotoar karena tidak adanya fasilitas pendukung seperti halte.
Sogir menilai kondisi tersebut tidak layak dialami masyarakat, terlebih layanan TransJabodetabek P11 menjadi salah satu moda transportasi utama bagi ribuan komuter.
Karena itu, dirinya berkomitmen memperjuangkan pembangunan halte yang aman dan nyaman bagi penumpang.
“Saya akan upayakan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor agar fasilitas halte di Exit Tol Citeureup bisa segera dibangun. Ini untuk pelayanan masyarakat,” tutupnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin