RADAR BOGOR - Dewasa ini, keberadaan perkebunan sawit menjadi perbincangan hangat setelah dituding menjadi penyebab bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Sumatera.
Berubahnya lahan hutan yang berfungsi sebagai kawasan konservasi, mengakibatkan banjir bandang hingga mengorbankan ratusan jiwa dan melumpuhkan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Kabupaten Bogor, perkebunan sawit juga terhampar luas. Dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, luasnya saat ini mencapai sekitar 3.900 hektare.
"Dari 3.900 hektare, itu tersebar di 5 (lima) kecamatan," ujar Humas PTPN Perkebunan Cikasungka, Alit Firmansyah kepada Radar Bogor, Selasa 9 Desember 2025.
Kecamatan tersebut di antaranya mulai dari Kecamatan Cigudeg, Jasingan, Sukajaya, Rancabungur, dan Kecamatan Kemang. "Sekitar 28 desa yang masuk dalam kawasan perkebunan sawit," sambungnya.
Terkait program konservasi dan mitigasi kebencanaan di kawasan perkebunan sawit, Alit mengaku tidak bisa memberikan informasi tersebut.
"Kalau perihal perusahaan saya tidak punya kewenangan, sekarang kewenangannya disatukan dengan pusat," katanya.
Terpisah, Kepala Desa Cigudeg Kecamatan Cigudeg, Andi Supriadi menuturkan, ada kurang lebih sekitar 500 hektare di desanya yang masuk kawasan perkebunan sawit PTPN IV PalmCo.
Ia pribadi mengaku bersyukur dengan keberadaan perkebunan sawit di desanya. Terutama dalam menyerap tenaga kerja.
"Banyak warga kami terlibat , ada di bagian administrasi , mandor, buruh petik dan buruh harian untuk perawatan," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.