RADAR BOGOR – Kabupaten Bogor menempati posisi kedua sebagai daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Jawa Barat setelah Sukabumi, total luasnya mencapai 4.066,36 hektare yang tersebar di empat kecamatan.
Seluruhnya merupakan kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan berada di bawah binaan Pemprov Jawa Barat, kecuali kebun sawit di Kecamatan Jasinga yang menjadi binaan Pemkab Bogor.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pelayanan Usaha Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Judi Rachmat Sulaeli, menjelaskan bahwa pembinaan perkebunan sawit di Bogor dilakukan oleh provinsi karena manajemen PTPN bersifat lintas wilayah.
“Yang sawit itu termasuk wilayah binaan provinsi, pengelolaannya satu manajemen PTPN, satu unit itu ada yang di Sukabumi, ada di Bogor, ada di Banten. Karena lintas kabupaten, pembinaannya ada di provinsi,” jelasnya kepada Radar Bogor, Selasa 9 Desember 2025.
Empat kecamatan di Kabupaten Bogor yang memiliki perkebunan kelapa sawit ialah Cigudeg, Jasinga, Rancabungur, dan Sukajaya.
Khusus Jasinga, pembinaannya dilakukan oleh kabupaten karena statusnya masih baru dan belum lama berproduksi.
Judi merinci luas perkebunan sawit di empat kecamatan yang pertama Cigudeg luas 1.778,93 hektare, kedua Jasinga luas 1.043,94 hektare (termasuk Tanaman Belum Menghasilkan/TBM seluas 57 hektare).
Ketiga Rancabungur luas 1.060,03 hektare, dan yang keempat Sukajaya luas 183,46 hektare, total keseluruhan mencapai 4.066,36 hektare.
Judi menjelaskan bahwa seluruh perkebunan sawit itu sebelumnya merupakan kebun karet milik PTPN, pergantian komoditas dilakukan murni karena alasan bisnis.
“Itu orientasi bisnis, pada saat itu sawit lagi booming. Karet semakin menurun permintaannya, sementara sawit naik, jadi badan usaha menyesuaikan bisnisnya,” ujarnya.
Menurutnya, hampir seluruh area kebun di Cigudeg, Jasinga, Rancabungur hingga Sukajaya dulunya adalah perkebunan karet yang kemudian dialihkan menjadi kelapa sawit.
Terkait isu lingkungan, Judi memastikan perkebunan sawit di Kabupaten Bogor tidak berdampak signifikan seperti kasus di beberapa daerah di Sumatera, terutama terkait banjir akibat ekspansi besar-besaran.
“Alhamdulillah sejak beralih fungsi, tidak ada masalah. Karena dulunya juga merupakan kawasan perkebunan. Jadi bukan dari kawasan hutan yang digunduli,” terangnya.
Pembukaan lahan juga dilakukan secara bertahap sehingga tidak menimbulkan risiko lingkungan tinggi.
“Kalau di sini, dulu itu karet yang diganti sawit, disisip, ditebang bertahap, lalu ditanam lagi. Jadi tetap terjaga, makanya tidak ada catatan banjir atau longsor yang disebabkan kebun sawit,” tambahnya.
Meski begitu, Judi mengakui bahwa luasnya perkebunan sawit di Kabupaten Bogor kini menjadi perhatian publik, mengingat posisinya sebagai wilayah dengan areal sawit terbesar kedua di Jawa Barat.
“Di Jawa Barat itu memang hanya dimiliki PTPN. Sukabumi terluas, lalu Bogor, kemudian Banten,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa di Jawa Barat, Banten menjadi lokasi pertama pengembangan perkebunan sawit PTPN di sebelum Sukabumi dan Bogor.(cr1)
Editor : Alpin.