RADAR BOGOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan program khusus untuk membuka kesempatan bagi warga yang berminat kerja di Jepang.
Program kerja di Jepang ini merupakan arahan langsung Bupati Bogor, Rudy, sebagai komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas akses lapangan kerja internasional.
Melalui inisiatif ini, Pemkab Bogor menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berpengalaman kerja dan memiliki job order resmi dari perusahaan di Jepang.
Seluruh pelatihan akan dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bogor.
Program ini bukan kursus biasa. Calon peserta akan melalui proses seleksi ketat, meliputi tes fisik, mental, kesehatan, hingga komitmen mengikuti pelatihan bahasa Jepang intensif selama enam bulan.
Pemkab menargetkan peserta yang benar-benar serius bekerja di Jepang dan siap mengikuti seluruh aturan pelatihan.
Untuk tahap pertama, Pemkab Bogor menargetkan satu paket berisi 20 peserta yang direncanakan berangkat bekerja pada tahun 2026.
Skema yang disiapkan adalah program magang selama tiga tahun sebagai pintu awal karier di Jepang.
Mayoritas lowongan yang tersedia berada di sektor housekeeping dan caregiver, dua bidang yang tengah sangat dibutuhkan di Jepang mengingat tingginya jumlah penduduk lanjut usia (lansia).
Saat ini Pemkab Bogor sedang melakukan perhitungan anggaran.
Jika memungkinkan, kuota bisa diperluas menjadi dua paket dengan total 40 peserta.
Baca Juga: PP Bank Bumi Daya Bogor Kirimkan 85 Dus Mie Instan Untuk Korban Bencana Alam di Sumatera
Namun, keterbatasan kuota membuat hanya peserta paling serius baik dari kesiapan mental, disiplin, maupun motivasi kerja yang akan diterima.
Bupati Rudy menegaskan bahwa program ini menjadi bukti komitmen Pemkab Bogor dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus membuka pintu kesempatan kerja luar negeri yang lebih luas.
Warga Kabupaten Bogor pun diimbau mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar dapat lolos seleksi program.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga