RADAR BOGOR - Seorang buruh harian lepas berinisial JAA ditemukan meninggal dunia akibat tersengat listrik di Kampung Duren Baru Poncol, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Bojonggede, AKP Abdullah Safiih menjelaskan, penemuan mayat buruh harian lepas berawal saat senin pagi saksi 4 mendatangi saksi 1 untuk menanyakan korban yang tidak terlihat pada pagi hari.
Karena, saksi 4 hendak masuk ke dalam rumah namun pagar rumah masih terkunci.
"Kemudian saksi 4 menanyakan kepada saksi 2 apakah melihat tukangnya yang kemarin bekerja di rumah," ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 15 Desember 2025.
Baca Juga: Saldo Bansos BPNT, BLT Kesra, hingga Penebalan Cair Bersamaan! Ini Alasan KKS KPM Bisa Terisi Rp400 Ribu, Rp600 Ribu, Sampai Rp900 Ribu
Kata dia, saksi 2 kemudian mencari keberadaan korban di TKP. Menurut saksi 2 korban diketahui telah naik ke atas untuk memasang kabel instalasi otomatis toren air pada Minggu, 14 Desember 2025.
"Kemudian saksi 2 mencari keberadaan korban, ketika saksi 2 melihat ke arah toren saksi 2 terkejut melihat korban sudah dalam posisi terlentang sambil memegang kabel instalasi dan 1 buah Tang yang diduga digunakan untuk memotong kabel," jelas dia
Setelah itu, kata dia, saksi 2 melaporkan ke saksi 1 yang kemudian mengambil tangga untuk memastikan kondisi korban, mengingat posisi korban masih berada di atas rumah.
Baca Juga: Kota Bogor Raih Predikat Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda, Wali Kota Dedie Apresiasi Semua Pihak yang Terlibat
"Saksi 1 kemudian turun dan berkata kepada saksi 2 bahwa korban sudah meninggal. Dengan Kabel masih di pegang di tangan kiri nya dan 1 unit Tang di tangan kanan nya kemudian saksi 1 melaporkan kepada ketua RT dan selanjutnya melaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Susukan," papar dia.
Akp Abdullah menyampaikan, setelah mendapati laporan, pihaknya langsung melakukan evakuasi korban dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Korban mengalami luka pada tangan kiri, kaki kiri, dada menghitam dan badan bagian belakang menghitam. Semua luka diduga akibat sengatan arus listrik," tutur dia.
Atas kejadian tersebut, kata dia, keluarga korban sudah mengikhlaskan dan menerima serta menanggap bahwa kejadian tersebut adalah musibah.
"Pihak keluarga tidak menginginkan jenasah korban untuk dilakukan autopsi," pungkasnya. (abl)