Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Bogor dan Poktan Biotani Lakukan Penanaman Cabai

Kholikul Ihsan • Selasa, 16 Desember 2025 | 06:46 WIB
Bibit cabai yang ditanam dalam kegiatan bersama Poktan Biotani
Bibit cabai yang ditanam dalam kegiatan bersama Poktan Biotani

RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggalakkan gerakan tanam cabai masif menyusul 280 hektare lahan di 23 kecamatan.

Langkah konkret ini diambil untuk mengendalikan inflasi daerah, meski produksi telah melonjak 19,5 persen menjadi 16.603 ton pada 2024.

Kolaborasi dengan petani menjadi kunci untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan secara optimal.

Berdasarkan data resmi dari Pemkab Bogor, produksi cabai di wilayahnya pada 2024 mencapai 16.603,85 ton.

Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 19,5 persen dibandingkan realisasi tahun 2023.

Namun, di balik angka optimistis tersebut, pemerintah daerah menyatakan bahwa pencapaian ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan secara optimal.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Keuangan, Mustaqim, dalam kegiatan penanaman cabai bersama Poktan Biotani di Kecamatan Jasinga, Senin (15/12/2024).

Sebagai respons, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor menjalankan program pengembangan kawasan cabai seluas 280 hektare yang tersebar di 23 kecamatan.

Program ini merupakan bagian dari aksi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Gerakan ini untuk meningkatkan pasokan di tingkat petani dan menekan harga, terutama pada momen hari besar dan musim tertentu yang kerap memicu inflasi,” jelas Sekretaris Distanhorbun, Edi Mulyadi, dikutip dari laman bogorkab.go.id.

Baca Juga: Oknum Guru Dituding Lakukan Diskriminatif Terhadap Siswa, Sejumlah Orang Tua Murid Datangi SDN Pajeleran 01 Cibinong Bogor

Komitmen tidak hanya berupa gerakan tanam. Pemkab Bogor juga menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian, seperti:

• Benih/bibit, pupuk, dan pestisida.

• Alat dan mesin pertanian (alsintan).

• Pembangunan prasarana irigasi, jalan usaha tani, dan bendungan parit.

Pemerintah menegaskan, kunci keberhasilan stabilisasi harga terletak pada sinergi. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran petani, kelompok tani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan,” tegas Mustaqim.

Kolaborasi ini sudah terlihat dengan kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan di Jasinga, mulai dari anggota DPRD, perbankan (Bank BJB), dinas terkait (Diskannak), Forkopimda, hingga kepala desa se-Kecamatan Jasinga.

Dengan potensi pertanian yang besar dan dukungan gotong royong, Pemkab Bogor optimistis dapat menuju kemandirian pangan dan ketangguhan menghadapi gejolak harga.

“Dengan kolaborasi yang kuat, ketersediaan cabai dapat terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan,” pungkas Edi Mulyadi. ***

Editor : Eli Kustiyawati
#bogor #inflasi #gerakan tanam cabai